Sunday, December 22, 2013

Tak Sebuta Cintaku















Tak Sebuta Cintaku...
Seperti saat langit tak memandang kepada siapa akan turun hujan
Tak Sebuta Cintaku...
Seperti saat mentari bersinar pada tempat yang tak seharusnya terang
Tak Sebuta Cintaku...
Seperti udara yang mengisi ruang demi ruang
Tak Sebuta Cintaku...
Saat tak ada lagi salah atau benar
Tak Sebuta Cintaku...
Saat tak perlu lagi ada alasan
Tak Sebuta Cintaku...
Saat rindu itu mulai datang


Friday, June 28, 2013

Ketika Rindu Itu ada



Bersemayam lama...hingga terlupa
Bahwa rindu itu...ada...
Di kedalaman hati...dia kusimpan
Agar diam...
Agar kaupun merasa, telah ditinggalkan...

Hingga saat itu...waktu yang ku tunggu
kau tersenyum, menatap jauh kedalam

Diantara keramaian, aku hanya mendengar
Gemuruh rindu yang menggebu...yang menggetarkan jiwa...
Dan aku hanya diam, tak mampu berkata...

Senyummu tlah merobek tabir...
dan membuat rindu itu terbang keluar

Ketika rindu itu ada...
Aku tahu...dia akan pergi mencari pemiliknya
Tapi biarlah...biarlah dia pergi
Karena ku tahu...
Rindu itu tak pernah jadi milikku...

Yang ku tahu...
Aku hanya menunggu saat itu tiba..
Untuk melepaskan rindu ini...bersamamu...

Bawalah...
Karena, aku tak akan lagi mencari
Kemana rindu itu pergi...
















Thursday, June 13, 2013

Hati Manusia...


Aku melihatmu, diantara birunya langit
dan tanah yang berdebu...
tapi aku hanyalah aku
 
Hati manusia, aku tak mengerti

Aku hanya bisa tersenyum, saat melihatmu tertawa...
dan terdiam, saat kau mulai berfikir dalam...
tapi...mengapa aku tak pernah melihatmu menangis...
Kau selalu diam, dalam tenang
dan suara getir luka, menjadi tak terdengar

Ataukah mungkin kau menyembunyikannya diantara rintik hujan
Atau..dibalik awan gelap yang menyambar...
Entahlah...
 
Hati manusia, aku tak mengerti

Kadang dia bernyanyi lantang...
Tentang kebenaran, seakan-akan dialah kebenaran
Terkadang dia diam...membisu
Tak tahu dan tak mau tahu...
dan kadang dia mengeras
Tak perduli dengan apa yang terjadi
 
Tahukah kamu...bila tidak diisi, 
hati tak akan pernah mengerti
Tapi lihatlah, apa yang kau isikan kedalamnya...
Karena hati menentukan tabiat manusia

Hanya untuk malam ini...



Ijinkan aku menangis malam ini

Hanya untuk malam ini...

Dan besok aku akan kembali berkata...

"Aku baik-baik saja"



Ijinkan aku bersandar sejenak

Untuk menghabiskan penat & air mata

Tapi...tidak akan ada keluh kesah

Hanya bersandar sebentar & diam

Dan besok aku akan kembali berkata...

"Aku baik-baik saja"



Malam ini...


Akan ku habiskan lelahku

Akan ku kuras air mataku

Akan kusandarkan kepalaku pada dunia

Tapi...tidak akan ada keluh kesah

Hanya untuk malam ini...



Dan...besok aku akan kembali berkata...

"Aku baik-baik saja"

Aku akan selalu tersenyum dan berkata...

"Aku baik-baik saja"

Aku akan berjalan tanpa ragu

Dan berkata...

"Aku baik-baik saja"



Itu yang aku ingin dunia tahu

Bahwa aku...Akan baik-baik saja

Sebuah Pertanyaan

Seseorang bertanya kepadaku...tentang...
Kepercayaan
Baik...Buruk
Benar dan salah
Kamu...atau Aku
yang aku tahu...
Kepercayaan adalah bentuk tanggung jawab atas sesuatu yang kita yakini...
Kita belum tahu pasti tentang kebenarannya
Kita hanya bisa menjawab "iya.." tanpa keragu-raguan
Baik...adalah hal-hal yang dilakukan oleh orang lain, 
yang menjadi ukuran kita untuk berbuat... 

Buruk...adalah batasan yang menahan kita untuk tidak melakukan"nya" pada diri kita sendiri


Benar...adalah bentuk idealisme dan pembenaran atas apa yang kita yakini...
Salah...Adalah penyesalan atas keragu-raguan dalam hati

Kamu...adalah orang diluar "Aku" 
yang memberikan pengaruh...baik atau buruk
Aku...adalah yang menentukan pilihan tentang benar atau salah....

-Jika Kepercayaan sudah dijatuhkan maka, tidak akan ada lagi "Aku" semua tindakan akan selalu "Benar" dan terlihat "Baik".-

Sebuah Penantian


Diantara relung hati ini

Aku menunggu...

Hanya untuk mengatakan  

" Ya... itu Kamu"

Waktu berjalan begitu cepat...

Dan aku hanya bisa berucap... 

"Aku Masih disini..."

Diantara relung hati...

Jika kamu mencari  

"Di sini...Aku masih disini..."

Setelah sekian lama, tanyalah...

Alasan untuk sebuah penantian

Mengapa harus ada...

Karena tidak semua hati bisa berkata...walau ditanya

Hatiku...

Khususnya...

Dia tertutup tabir keinginan

Kamu...adalah keinginan terbesarku...

Alasan aku masih disini

Dan...

Hatiku juga

Seperti Melukis Pelangi...


Seperti melukis pelangi di hati yang mati
Warna yang terlihat hanya hitam...dan...
Tak pernah terbayangkan bahwa itu...
Aku...
Luka yang dalam akan tampak menyedihkan
Tertutup tawa palsu....Aku...
Seperti tidak nyata didepanmu...
Tertawa...bahagia...
Aku tahu kau tahu...
Tapi seperti tak perduli...
Bahwa kau perduli
Padaku...atau Kesedihanku
Aku akan tertawa...dan terus tertawa
Agar kau melihatku, seakan tak pernah terluka
Karena kau...begitu berharga
dan kesedihanku...tak layak untukmu