Tuesday, March 31, 2020

Permulaan Zaman Penghabisan

Musik penyambutan itu telah berkumandang
Angin telah bertiup...
Dan nafas telah dihembuskan
Inilah tanda awal sebuah zaman
Permulaan zaman penghabisan

Kabut telah muncul, tanpa engkau sadar
Tak adakah yang bisa melihat...
Ketika kabut ketakutan itu menyelimuti manusia
Dan bahkan membunuh utusan yang Mulia
Nur kholis adalah rasa tentram yang ada didada

Periksalah hatimu, masih adakah rasa sentosa
Yang akan kau temukan hanyalah 
Kecemasan yang tak semestinya
Pengharapan yang hampa
Berharap pada benda...
Tunggulah, bagaimana semuanya akan jadi sia-sia

Inilah awal kelahiran sang pendusta
Sang pembuat segala tipu daya dan kekacauan
Kelahirannya menggemparkan Dunia
Dan bahkan Jagat Raya
Disambut dengan tangisan dan kesedihan
Karena sesungguhnya itulah yang dia bawa

Tapi...tak usah takut, 
Karena Sang Maha Kuasa punya rencana
Bersama kelahiran sang pendusta, 
Dia turunkan seorang utusan juga
Yang akan membawa cahaya penerang
Ketika semua manusia dilanda ketakutan
Penunjuk kepada jalan yang lurus
Sebagai pengabulan doa, yang selalu engkau pinta
Maka...ikutilah Dia

Cobaan akhir zaman akan sedikit pedih
Aku khawatir kau akan jadi orang yang tersisih
Nalarmu akan dengan mudah menerima setiap kata
Dan percaya pada Tuhan bisa menjadi bencana
Karena zaman ini merupakan ujian
Ujian keimanan bagi orang-orang yang percaya

Kuatkan niat, tekat dan nekat...
Karena memilih untuk mundur, sudah terlambat
Sekarang bukan saatnya bermain-main
Menganggap dunia ini tak akan berakhir
Bersyukurlah kita dapat bocoran rahasia
Yang taruhannya sendiri adalah nyawa
Tapi tak perlu gentar
Bersama-sama mari kita jaga
Agar cahaya itu tetap berpijar
Cahaya Ketuhanan penerang jagat
Dan semoga kita termasuk 
Orang-orang yang mendapat Rahmat

Sunday, March 29, 2020

Tahukah Kamu

Tahukah kamu
Bahwa takdir ini kubuat sendiri
Karena disetiap akibat,
Selalu ada sebab...
Dan saat ini, 
itu yang kuyakini

Diantara kemuliaan menjadi manusia adalah
Kebebasanku untuk memilih 
Hidup semau-mauku...
Untuk waktu yang sebentar
Aku belajar menjadi Tuhan
Dan dalam setiap pilihan yang terlahir
Aku ikut andil, dalam menulis takdir

Maka tak usah terlalu sedih
atas apa yang tak sesuai harapan
Anggap saja waktu itu, kau salah menentukan pilihan
Jangan terlalu menyalahkan waktu yang telah berlalu
berandai-andai, seandainya aku begini atau begitu
Antara baik atau buruk, benar atau salah
Hati kadang tak begitu mengerti...
Maka ajarilah hatimu, untuk mengingat sesuatu
Yang sengaja terlupa, saat kau terlahir kedunia

Kini baru aku paham
mengapa doa ini selalu ku panjatkan
yaitu saat Kau ajarkan aku berucap...
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, 
yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan mereka yang dimurkai 
dan bukan pula jalan mereka yang sesat"

Dalam setiap pilihan yang ku ambil
Kau buat aku berfikir, akan adanya pengharapan
pilihan jalan yang sesuai kriteria Mu, 
bukan sesuai keinginanku...
Tapi....bagaimana kami bisa tahu
Saat kami hanya diam
Dan tak ada keinginan untuk belajar...

Setiap baik atau buruk kehidupanku
Tak seluruhnya kusandarkan kepadaMu...
Sekarang aku telah menyadari
Semua yang terjadi, berjalan sesuai pilihan
Tak selayaknya kusalahkan takdir
Menganggap semuanya telah terukir
Padahal Kau selalu sediakan penghapus
Untuk harapanku yang telah pupus

Biarlah kutulis ulang, lembaran baru kehidupan
Memahami sedikit demi sedikit
Berjalan beriringan, setidaknya menyenangkan
Saling berbagi pemahaman tentang masa depan
Jalan menuju kenikmatan, harus ada yang dikorbankan
Akan kukorbankan setiap keinginanku
Kebebasanku dalam memilih,
dan keinginanku menjadi sepertiMu
Dalam setiap langkah, ku kan coba mengalah
Agar tak salah arah, dalam ku melangkah