Musik penyambutan itu telah berkumandang
Angin telah bertiup...
Dan nafas telah dihembuskan
Inilah tanda awal sebuah zaman
Permulaan zaman penghabisan
Kabut telah muncul, tanpa engkau sadar
Tak adakah yang bisa melihat...
Ketika kabut ketakutan itu menyelimuti manusia
Dan bahkan membunuh utusan yang Mulia
Nur kholis adalah rasa tentram yang ada didada
Periksalah hatimu, masih adakah rasa sentosa
Yang akan kau temukan hanyalah
Kecemasan yang tak semestinya
Pengharapan yang hampa
Berharap pada benda...
Tunggulah, bagaimana semuanya akan jadi sia-sia
Inilah awal kelahiran sang pendusta
Sang pembuat segala tipu daya dan kekacauan
Kelahirannya menggemparkan Dunia
Dan bahkan Jagat Raya
Disambut dengan tangisan dan kesedihan
Karena sesungguhnya itulah yang dia bawa
Tapi...tak usah takut,
Karena Sang Maha Kuasa punya rencana
Bersama kelahiran sang pendusta,
Dia turunkan seorang utusan juga
Yang akan membawa cahaya penerang
Ketika semua manusia dilanda ketakutan
Penunjuk kepada jalan yang lurus
Sebagai pengabulan doa, yang selalu engkau pinta
Maka...ikutilah Dia
Cobaan akhir zaman akan sedikit pedih
Aku khawatir kau akan jadi orang yang tersisih
Nalarmu akan dengan mudah menerima setiap kata
Dan percaya pada Tuhan bisa menjadi bencana
Karena zaman ini merupakan ujian
Ujian keimanan bagi orang-orang yang percaya
Kuatkan niat, tekat dan nekat...
Karena memilih untuk mundur, sudah terlambat
Sekarang bukan saatnya bermain-main
Menganggap dunia ini tak akan berakhir
Bersyukurlah kita dapat bocoran rahasia
Yang taruhannya sendiri adalah nyawa
Tapi tak perlu gentar
Bersama-sama mari kita jaga
Agar cahaya itu tetap berpijar
Cahaya Ketuhanan penerang jagat
Dan semoga kita termasuk
Orang-orang yang mendapat Rahmat
No comments:
Post a Comment