Friday, June 29, 2018

Mengenal Diri

Aku mengenal diriku sebagai seorang hamba...
Lalu aku bisa apa...
Hanya bisa duduk bersimpuh
Menyadari bahwa diri ini rapuh

Menerima titah sang Raja
Dan menjauhi laranganNya...
Saat ini, hanya itu yang aku bisa
Mengingat aku hanyalah seorang hamba

Kadang ingin mendekatkan diri
Lebih dekat lagi...dan lagi
Harus ada yang kulakukan untuk dapat mencuri perhatian
Karena menjadi kesayangan adalah impian

Sang Maha Bijaksana memiliki banyak nama
Kita dibebaskan untuk menirunya...
Pilihlah...Nama mana yang kau suka
Karena didalam diri manusia tersimpan rahasia

Wujudkanlah dalam keseharianmu
Nama-nama itu
Wujudkan semampumu...
Karena Dia tahu, hanya kita yang mampu

Mengenal diri adalah kunci
Untuk membuka rahasia yang tersimpan didalam...
Bukalah jangan kau biarkan
Pembiaran hanya menciptakan penyesalan

Aku mengenal diriku
sebagai seorang hamba
tak sempat berfikir yang lainnya
Berlaku sebagaimana mestinya

Bersyukur bila diberi...
Bersabar dalam gelisah...
Mohon ampun bila bersalah...
Selayaknya seorang hamba... Itu saja

Thursday, June 28, 2018

Jangan Lari

Jangan lari dari masalah
Sepait dan serumit apapun...
Hadapilah, toh besok kau akan lupa
Karena sesungguhnya
Begitulah hakikat dunia

Tanamkan keyakinan
Bahwa disini hanya sebentar
Takkan terlalu lama,
Bila kau menggagapnya derita
Hadapilah...tak perlu gentar

Jangan terlalu memanjangkan angan-angan
Membayangkan jauh kedepan...
Itu hanya akan mematikan semangatmu tuk maju...
Terpuruk dalam kekhawatiran

Bersyukur itu perlu
Untuk segala yang telah ada
Keinginan kadang tak sama
Dengan apa yang kita terima

Bersyukurlah selalu...
Karena hanya itu yang kita bisa
Lalu minta maaflah...
Tapi terlebih dulu, kau harus tahu apa kesalahanmu...

Memaafkan itu mudah...
Diberikan hanya bagi mereka yang benar-benar tahu...
Tapi kebanyakan mereka merasa benar
Tidak ada yang mau disalahkan

Ilmu hanya alat untuk mencari pembenaran
Bukan kebenaran...
Maka dari itu,  kenalilah dirimu dulu...
Maka engkau akan mengenal, siapa Tuhanmu

Sunday, June 24, 2018

Berburu Pemahaman

Telah kutempuh sebuah jalan

Hanya untuk berburu pemahaman

Cara hidup, yang berbeda

Dengan yang selama ini aku bayangkan


Kawan...

Terima kasih telah menemaniku sejauh ini

Akan kutempuh dengan berjalan atau berlari

Tujuan itu...besamamu

Tetaplah disampingku, berjalan beriringan


Kini baru aku paham

Hidup bukanlah sekedar tentang jalan

Tapi lebih kepada tujuan

Jadi jangan terlalu diributkan

Tetaplah berjalan


Kawan...

Aku tahu jalanku terlalu pelan

Mungkin karena beban yang terlampau berat

Mohon pengertian

Bila aku berjalan lambat


Pemahaman demi pemahaman

Tak akan aku buang

Kan kujadikan pijakan

Untuk mengejarmu, bila kau terlalu didepan

Aku hanya ingin berjalan bersama, itu saja


Kawan...

Aku membayangkan seandainya kau tak ada

Siapa lagi yang akan memberi pemahaman

Tentang kemarin,  esok dan sekarang

Mungkinkah aku kan sampai tujuan?


Sebenarnya tujuan itu aku sudah tau

Kenapa masih saja tersamarkan olehku

Jalan kesana pun telah terbentang

Jadi, apa yang sebenarnya menjadi penghalang

Jelaskanlah, mungkin engkau paham


Kawan...

Kendaraan untuk ke sana pun telah tersedia

Mungkin, yang kubutuhkan hanyalah semangat dan kayakinan

Agar dapat kugunakan sebagai bahan bakarnya

Sehingga dapat kupacu kendaraanku maju


Kini, tak ada alasan lagi untuk berhenti

Terima kasih untuk setiap pemahaman yang kau beri

Kan kujadikan sebagai pegangan

Agar aku tak tersesat ditengah jalan


Kawan...

Berburu pemahaman itu perlu

Untuk dapat sampai ke tempat yang kau tuju

Agar tidak terlalu berhenti lama

Dalam perjalananmu menuju kesana

Saturday, June 23, 2018

Setengah Jalan

Baru setengah kudaki anak tangga yang tinggi
Tiba-tiba aku berhenti...
Kurang setengah, 
dan kakiku benar-benar tak bisa melangkah
Terasa kaku dan membeku

Ada yang salah...pikirku
Tapi aku tak tahu,  apa itu...
Setengah jalan sudah...
tak mungkin menyerah...
Harus kudaki,  atau mati

Untuk kesana ada rasa yang harus ada
Karena tangga itu bukan untuk orang-orang biasa...
Diujung pendakian ada pelangi yang menanti...
Dan sebuah istana yang pintu masuknya dari cahaya
Bayangkan jika kau bisa...

Disana berderet orang duduk bersila
Duduk tenang tanpa beban
Sungguh menyenangkan mata...
Dari tubuh mereka memancar cahaya
Begitu terang, tanpa penerang...

Tapi kudapati bulan itu telah berlalu
Bulan dimana aku bisa masuk dari segala pintu...
Kini,  harus ku ketok keras
Hanya untuk mencuri perhatian dan membuktikan...
bahwa aku bukanlah seorang pemalas

Aku harus bagaimana...tanyaku
Rasa apa yang kiranya aku tak punya
Apakah semangatku kurang
Atau rasa yakinku sudah hilang...
Jawablah kawan...apa yang harus kulakukan

Kemana lagi harus kucari rasa yang hilang
Sepertinya harus ku tanam sendiri
Baiklah...akan mulai ku tanam rasa senang
Semoga akan menumbuhkan
Semangat dan Keyakinan