Thursday, March 28, 2019

Lorong cahaya

MengingatMu, membuatku rindu
Tak seberapa jauh sebenarnya bila aku menuju
Antara Engkau dan aku, dua dimensi seperti satu
Hanya terhijab keinginanku, untuk menguasai waktu

Bersama sama kita menuju kesana
Kepada sumber dari segala sumber cahaya
Dibutuhkan ingatan yang kuat dan tekat baja
Karena jalan itu, bisa membuat lupa

Menuju kesana, butuh usaha lebih
Tak hanya ragaku yang tertatih
Entah kenapa kudapati diriku masih ragu
Atau mungkin jiwaku sudah letih

Tuhan, mengapa masih saja aku tertinggal
Mungkin karena aku terlalu menuruti keinginan
Sehingga terlupa akan tujuan
Atau mungkin jalan itu terlalu terjal

Memasuki Lorong cahaya yang begitu terang
Membutakan mata, bahkan hatiku juga
Membuat langkah kakiku menjadi lamban
Rasanya, belum pantas bila aku ke sana sekarang

Tiba-tiba engkau gandeng tanganku dan mengajakku terbang...
Dengan kecepatan cahaya, melewati semua rintangan
Menyusul semua yang sudah didepan,
Dan karenamulah, aku bisa sampai ke tujuan

Akan kubaktikan diriku padamu, sebagai wujud terimakasih
Biar aku tak lagi merasa sebagai orang yang tersisih
Karena tak mungkin bagiku menapaki lorong cahaya itu sendirian
Mengingat hatiku tak pernah bersih dari kotoran

Caraku berterima kasih mungkin jauh dari sempurna
Tapi aku akan belajar, seiring langkahku menuju kesana
Yang aku harapkan hanya kerelaanmu untuk menerima
Semua yang telah aku lepas, sampai akhirnya kutemukan makna ikhlas

Wednesday, March 20, 2019

Merenung sejenak

Bagaimana akan paham
Jika tak pernah kau renungkan
Tentang diri dan lebih jauh kedalam
Bertumpu pada akal, takkan kau temukan jalan keluar

Lebih banyak yang engkau tidak tahu
Dari pada yang tahu
Maka berpura-pura tahulah saja
Untuk sekedar meredam keherananmu

Berfikir tentang Tuhan dan saling menyalahkan
Merasa diri yang paling benar
Padahal Tuhan tidak bisa dijangkau hanya dengan akal pikiran
Jangkaulah Dia dengan keyakinan dan ketakwaan

Kau kira Tuhan itu beragama
Bukankah Agama itu diciptakan untuk mengenalNya
Dan bukan berarti Dia memihak pada salah satunya...
Maka besikap santunlah kepada sesama

Pencarian seorang hamba yang haus padaNya akan lebih dihargai
Dari pada hamba yang hanya merasa
Tapi hatinya kosong dan hampa
Yaitu hamba yang hanya merajuk pada kebenarannya sendiri...

Kebenaran itu ada tiga, bila kau bertanya
Kebenaran menurutmu
Kebenaran menurut orang banyak
Dan kebenaran menurutNya
Renungkanlah, kau ikut yang mana

Merenung sejenak mungkin perlu
Untuk lebih mengenal siapa dirimu
Merenungkan tentang asal muasal dan tempat kembali
Merenungkan saat kau tak lagi ada disini