MengingatMu, membuatku rindu
Tak seberapa jauh sebenarnya bila aku menuju
Antara Engkau dan aku, dua dimensi seperti satu
Hanya terhijab keinginanku, untuk menguasai waktu
Bersama sama kita menuju kesana
Kepada sumber dari segala sumber cahaya
Dibutuhkan ingatan yang kuat dan tekat baja
Karena jalan itu, bisa membuat lupa
Menuju kesana, butuh usaha lebih
Tak hanya ragaku yang tertatih
Entah kenapa kudapati diriku masih ragu
Atau mungkin jiwaku sudah letih
Tuhan, mengapa masih saja aku tertinggal
Mungkin karena aku terlalu menuruti keinginan
Sehingga terlupa akan tujuan
Atau mungkin jalan itu terlalu terjal
Memasuki Lorong cahaya yang begitu terang
Membutakan mata, bahkan hatiku juga
Membuat langkah kakiku menjadi lamban
Rasanya, belum pantas bila aku ke sana sekarang
Tiba-tiba engkau gandeng tanganku dan mengajakku terbang...
Dengan kecepatan cahaya, melewati semua rintangan
Menyusul semua yang sudah didepan,
Dan karenamulah, aku bisa sampai ke tujuan
Akan kubaktikan diriku padamu, sebagai wujud terimakasih
Biar aku tak lagi merasa sebagai orang yang tersisih
Karena tak mungkin bagiku menapaki lorong cahaya itu sendirian
Mengingat hatiku tak pernah bersih dari kotoran
Caraku berterima kasih mungkin jauh dari sempurna
Tapi aku akan belajar, seiring langkahku menuju kesana
Yang aku harapkan hanya kerelaanmu untuk menerima
Semua yang telah aku lepas, sampai akhirnya kutemukan makna ikhlas