Saturday, March 12, 2022

Ibarat Air

Wahai manusia ketahuilah
Kebaikan Tuhanmu
Tidak hanya bisa dinilai dari materi
Begitu pula kebaikan pada sesama
Apalah gunanya harta
Bila tak kau punyai budi pekerti

Dari hati dia keluar
Coba kau pikirkan 
Bila hati itu penuh kotoran
Lihatlah apa yang kau keluarkan
Hanya kedengkian

Kebaikan yang kau terima begitu banyaknya
Kau anggap tidak pernah ada
Seperti itukah keluhuran budimu
Manusia yang beradab
Tidakkah kau malu saat menghadap

Jangan pernah merasa pintar
Karena setiap manusia
memiliki kadar yang berbeda
Bukankah disini kita belajar
saling melengkapi

Dan jangan pula merasa tinggi
Dan menganggap rendah orang lain
Meninggikan nama Tuhanmu
Hanya bisa kau lakukan
Bila engkau merendahkan diri

Semakin rendah engkau merasa
Akan semakin tinggi engkau
Dapat melihat kedudukanNya
Dan Tuhanmu hanya melihat
siapa yang benar-benar mencari

Bila saja engkau tau
Hidup ini adalah sebuah berkah
Kesenangan maupun kesedihan
semua berasal dariNya

Bila engkau tak suka, tidak masalah
Karena tugasmu didunia
hanya untuk menjalaninya saja
Tak pernah engkau dituntut
untuk menyukai

Sebenarnya tidak lama
Bila engkau mau menghitung
Tapi kebanyakan manusia terlena
Tak punya waktu untuk merenung

Tapi alangkah baiknya
Apabila kau jalani hidup ini
dengan penuh suka cita
Karena engkau telah mengerti
Bahwa semua berasal
Dan akan kembali kepadaNya

Kegembiraanmu menerima
itulah yang akan membuat Tuhanmu senang
Hamba yang mengerti tujuan hidup
Mencari dunia, hanya sekedar yang dia butuhkan

Karena disini,
semuanya akan ditinggalkan
Tapi bila engkau mencari Tuhan
Ketahuilah bahwa Tuhanmu kekal abadi

Seandainya engkau tau
Sebenarnya Tuhanmu
telah mencukupkan segala sesuatu
Maka merasa cukuplah

Karena merasa kurang
hanyalah keinginan
Bila saja engkau tidak berkeinginan
Mungkin semua beban akan kau rasa ringan

Ibarat air mengalir
Yang bermuara ke suatu tempat
Terkadang cepat terkadang lambat
Ikutilah arusnya,
tapi jangan sampai terhanyut

Karena bila engkau tenggelam
Engkau tak akan dapat ditemukan
Tenggelam didalam dunia
Bagaimana bisa,
kau masih mengharapkan surga

Kadang air itu keruh
Dan terkadang  jernih
Maka pandai-pandai lah dirimu
Didalam memilih

Pilihlah yang bermanfaat bagimu
Seharusnya engkau pun tau
Yang bermanfaat itu,
yang tidak akan hilang
Dan pastinya, bukan dunia
Hanya kebaikanlah
yang tidak akan sirna

Dunia ini ibarat air,
Tidak dapat kau pegang
Tapi dapat kau rasakan
Begitu pula kesedihan
dan rasa senang di dunia
Akan berlalu tanpa kau sadari
Seakan-akan tak pernah terjadi

Maka menujulah padaNya
Toh semua akan kembali kepadaNya juga
Alangkah baiknya
Bila kau mulai berjalan sekarang
Daripada nanti,
Engkau datang dengan terpaksa
Karena saat ini sudah tak banyak lagi
Waktu yang tersisa

Thursday, September 2, 2021

Kekasih Yang Maha Tinggi

Hilangkanlah semua rasa
Bila kau ingin menyatu denganNya
Pelajaran yang bahkan
tidak setiap orang mampu
Ketika segala rasa duka dan nestapa
Bahkan tak pernah terbersit
Sedikitpun didalam kalbu
Didalam raga yang letih itu
Tersimpan jiwa yang membara
Seakan telah terbakar cinta, 
yang tak dapat dinilai dengan dunia

Hilangkanlah rasa,
Ketika senang maupun duka tak ada beda
Ada yang tiada, kosong dan hampa
Sudut pandang yang telah teralihkan
Sudah tak lagi memandang wujud dari segala apa yang ada
Bahkan keinginan dunia
Ketika semua yang engkau lihat, Menjelma wajahNya
Pandanganmu tertuju satu
Tak tergoyahkan, dan begitulah cinta, 
Apabila telah terpatri didalam kalbu

Wahai Kekasih Yang Maha Tinggi
Engkau tunjukkan kepada kami 
Hakekat cinta yang sejati
Yang tidak setiap orang mampu
Untuk berlaku sepertimu
Ketika Sang Maha Suci menjauhkanmu,
dari apa-apa yang engkau cintai
Bahkan belahan Jiwamu
Engkau serahkan tanpa ragu

Engkau bahkan tidak meminta
Sedangkan tak ada lagi jarak 
antara engkau denganNya
Doa yang tak terhalang suatu apapun
Tidak akan ada kata tidak dariNya,
untuk setiap apa yang engkau ingini
Tapi engkau lebih memilih untuk menerima
Menerima dengan ikhlas, segala ketentuan
Kekasih yang berlaku layaknya seorang hamba
Begitulah laku hamba yang dicintaiNya
Hamba yang tak pernah menduakanNya
Karena hakekat cinta itu, 
apabila engkau mau menerima

Wahai Kekasih Yang Maha Tinggi
Telah engkau tunjukkan kepada kami
Kepada siapa seharusnya meletakkan hati
Yaitu kepada sumber dari segala sumber cahaya
Bukan hanya sekedar kepada  pantulan sinarNya
Karena pantulan itu hanya sementara
Sedangkan cahayaNya kekal Abadi

Dan disinilah kami,
Menjadi pengiring jiwa yang suci
Yang disucikan dengan cinta KepadaNya
Tak tergoyahkan ujian dan cobaan dunia
Karena pandangan telah tertuju kepada satu
Sang Maha Pemberi Rasa
Ketulusan Cinta didalam kalbu

Disinilah Kami,
Menjadi saksi perhelatan cinta Sang Maha Raja
Begitu indah mempesona, 
Yang tak dapat terlukiskan
Ketika cinta itu dipertemukan di dalam keabadian
Sebagai hadiah dari Sang Maha Indah
Saat kesedihan dunia, berubah anugerah
Hadiah yang tak ternilai
Sebagai bukti, bagi mereka yang dicintai
Duka yang fana
Telah diganti, kebahagiaan Abadi

Wahai manusia,
Ketahuilah, bahwa tidak ada yang sia-sia
Apabila engkau benar-benar menuju padaNya
Segala apa yang engkau korbankan
Bahkan penderitaan yang mungkin kau rasa
Tidak dapat dibandingkan, 
dengan kebahagiaan yang akan kau terima
Sebagai hadiah dari Sang Maha Raja
Kepada hambaNya yang percaya
yang mau menerima setiap ketentuan,
Maka, janganlah berputus asa
Kuatkan keyakinan dan jangan berhenti
Walaupun berbagai macam ujian kan kau hadapi
Mengertilah, bahwa tugasmu didunia
Hanyalah mengabdi

Tuesday, August 31, 2021

Lihatlah

Tidakkah engkau sekarang melihat manusia
Yang selama ini ternyata,
Hanya berpura-pura beragama
Seakan-akan percaya pada Tuhan, 
Tapi ada yang lebih mereka takutkan
Yaitu kematian...

Padahal mereka tau,
Mati adalah suatu ketetapan
Sekarang atau nanti, pasti akan menghampiri
Dan percaya takdir, menjadi salah satu
Dari sekian syarat yang harus kau penuhi
Agar engkau dapat disebut sebagai
Orang-orang yang percaya
Yaitu percaya tentang adanya 
Tuhan Sang Maha Pencipta

Dialah Allah,
Tidak ada Tuhan selain Dia saja
Yang telah menciptakan dan mematikan
Yang hidup kekal, dan setiap saat dalam kesibukan
KepunyaanNya lah apa yang dilangit dan dibumi
Dan setiap apapun yang terjadi
Itu tidak lain karena Dia telah mengijini
Tidak ada yang luput dari pengawasannya
Tapi mengapa engkau sulit untuk percaya

Percaya dan yakin itu pertama harus menerima
Dan masih saja engkau mengandalkan akalmu
Tidakkah engkau ingat,
Bahwa Tuhan tidak dapat dijangkau 
Hanya dengan mengandalkan akal pikiran
Tapi hanya dengan keimanan dan ketakwaanlah
Yang dapat membawamu kepadaNya

Rasa percaya dan yakin
Sedikit demi sedikit akan tergerus Jaman
Akal manusia menjadi tak terkendali
Kekawatiran demi kekawatiran menjelma
Sehingga tak akan kau temukan lagi rasa percaya
Cahaya ketuhanan itu akan padam
Didada setiap insan,
Karena tak lagi menemukan tempatNya
untuk bersemayam

Menjaga cahaya itu tetap menyala
bukanlah perkara mudah
Karena gerak gerikmu 
dibaca setiap saat setiap waktu
Bahkan didalam tidurmu
Bila kau lengah, mereka akan mulai menjarah
Mengambil semua yang kau punya
Tak akan menyisakan sedikitpun 
cahaya itu didalam dada

Mempertahankannya butuh pengorbanan
Jika hanya diam, engkau akan terbuang
Keyakinan itu harus meningkat
Karena ujiannya pun semakin berat
Tidak akan ada yang bisa menolong kecuali dirimu
Maka kuat-kuatkanlah keyakinanmu
Disetiap pergantian waktu

Lebih mendekatkan diri padaNya
Menjadi satu-satunya jawaban
Sehingga setiap amal yang engkau buat
Didasari dengan ketulusan hati dan keimanan
Jangan ada sedikitpun rasa takut 
Berjalanlah dengan percaya diri
Walaupun besarnya gelombang yang menerjang
Tak akan mampu menggoyahkan
Karena rasa percaya dan yakin itu
Telah berdiri kokoh bagaikan karang

Sedikitpun jangan pernah engkau ragu
Karena rasa itu hanya akan membunuhmu
Membunuh keyakinanmu sedikit demi sedikit
Untuk bergerakpun akan kau rasa sulit
Takut akan mati adalah salah satunya
Seakan tak percaya akan adanya negeri yang kekal
Karena cintamu pada dunia telah mengakar
Yang perlu lebih engkau takutkan
Bila sudah tak lagi ada rasa percaya
Akan adanya Tuhan Sang Maha Pencipta
Padahal semua pastinya akan mati
Dan bila saat itu tiba
tidak akan ada kesempatan lagi bagimu
Untuk menyelamatkan diri

Wednesday, April 21, 2021

Malam Ketetapan

Taukah engkau
Bahwa rahasia akan tetap menjadi rahasia
Jika tak pernah kau pertanyakan
Mencari jawaban untuk setiap kata mengapa
Bahkan untuk sekedar, 
mempertanyakannya didalam hati
Tentang sebuah penciptaan,
Dan hakekat yang tersembunyi
Memikirkan Tuhan, adalah awal pencarian
Dan menjadi sebuah kesenangan tersendiri
Bagi mereka, yang bersungguh-sungguh dalam mencari

Berbahagialah mereka-mereka yang menunggu
Bulan yang dimuliakan, yaitu bulan pembelenggu
Bulan yang telah dinanti-nanti
Oleh mereka para pengabdi
Yang rela menunggu di setiap malam-malamnya
Hanya untuk mendapatkan satu malam, 
Malam ketetapan
Malam ditetapkannya segala urusan
Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan

Bisa jadi, engkau akan menemuinya
Tapi bila tak kau persiapkan dari awal,
dengan Iman &  kesungguhan hati
Mungkinkah engkau akan mengerti ?
Aku khawatir, semua akan sia-sia, 
Dan yang akan engkau dapatkan
hanyalah lapar & dahaga
Karena sesungguhnya ini 
Adalah bulan uji coba

Engkau dipaksa agar mau belajar
Untuk menjadi orang-orang yang sempurna
Mengerti bukan hanya sekedar teori
Tapi dipaksa mewujudkannya, dikehidupan nyata
Ujian keimanan bagi mereka yang mengaku
Sehingga kata bukan hanya sekedar kata
Karena setiap usahamu, 
Akan terpatri didalam kalbu

Ujiannya adalah melawan hawa nafsu
Ukurannya dilihat dari seberapa besar,
Engkau dapat menahan setiap keinginan
Engkau dipaksakan untuk menjadi orang yang sabar
Agar engkau mengerti, dan memahami
Arti sebuah perjuangan
Dari hamba-hamba yang telah dimuliakan
Bagaimana mereka dapat menahan setiap amarah
Dan tidak berkata dusta, bahkan bagi dirinya

Belajar untuk menjadi hamba
Yang setiap harinya engkau lalui dengan memuji
Memuji Dia yang telah menciptakan
Maka engkau dipaksa 
melaksanakan semua perintah tanpa membantah
Dan selalu bersyukur atas semua yang terjadi
Hilangkanlah angan-angan 
tentang pahala yang besar
Karena sesungguhnya akhir dari pencapaian
Adalah ketulusan dan keikhlasan

Seakan-akan engkau dipaksakan,
Tapi sebenarnya bukan
Engkau hanya diingatkan kembali
Tujuanmu terlahir ke bumi
Sebagai mahkluk ciptaanNya
Karena memang begitulah yang seharusnya,
Bagaimana seorang hamba berlaku
Menghamba dengan sepenuh jiwa
Mengabdi dengan sepenuh hati
Dan Tuhan menentukan kadarmu
Dari apa-apa yang dapat engkau pahami

Yang  perlu engkau persiapkan hanyalah,
sebuah tempat penampung
Sebuah bejana didalam hati
Yang tercipta saat engkau mulai mencari
Dan dengan mengingat-ingat namaNya 
Akan membuatnya bercahaya
Besarkanlah bejana itu, 
Dengan bagaimana engkau berlaku
Karena ukuran kesempurnaan manusia
Apabila dia mampu menampung,
Petunjuk demi petunjuk 
Menuju kesempurnaan jiwa
Yang diharapkan akan tercipta 
Akhlak yang mulia

Setiap orang tidak akan sama
Ketetapan yang akan mereka terima
Semua itu tergatung dari seberapa besar 
kadar yang mereka punya
Karena Tuhanmu tidak akan membebani
Kecuali sesuai dengan kesanggupan
Dan setiap jiwa akan dibalas 
Sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya
Maka besarkanlah bejana itu 
Dengan bagaimana engkau berlaku
Dan Tuhanmu tidak akan merubah keadaan
Kecuali bila engkau mengupayakan 
untuk merubahnya, dari keadaanmu yang sekarang

Sebuah malam ketetapan
Yang selalu engkau damba-dambakan
Hari turunnya wahyu, 
Kepada semua mahkluk, 
dan itupun termasuk dirimu
Sungguh sia-sialah apa yang engkau lakukan
Jika menunggunya hanya dimalam-malam 
yang telah engkau tentukan
Padahal lebih baik jika engkau menunggu
Disetiap malam-malamnya
Karena rahasianya hanya Dia yang punya
Dan terserah Tuhanmu kapan akan diturunkan
Bisa jadi bulan ini, ataupun bulan depan
Terserah-serah Dia,
Siapakah engkau, sehingga ikut menentukan

Engkau hanya perlu menunggu
Disetiap malam demi malam
Maka siapkanlah bejana didalam hatimu
Bersihkanlah dia dari semua kotoran
Bersihkan dengan mengingat-ingat namaNya
Lakukanlah setiap malam berulang-ulang
Dengan begitu engkau tidak akan lupa
Kepada Dia, Sang Maha Pencipta

Dan besarkanlah bejana itu
Dengan sabar, syukur, jujur 
serta tulus ikhlas
Pelajaran yang dipaksakan kepadamu dibulan ini
Agar engkau selalu ingat dan mengerti
Bagaimana cara mengabdi
Dan bukan hanya dibulan ini saja sebenarnya
Tapi diseluruh hari-hari yang engkau jalani
Sehingga apabila malam ketetapan itu datang
Engkau dapat menampungnya
Setiap saat, setiap waktu
Petunjuk dari Tuhanmu
Menuju jalan yang lurus
Menuju jalan kebenaran

Sunday, April 4, 2021

Ayat Pembuka

Dengan Menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Mulailah membaca tafsir kehidupan ini
Hanya dengan menyebut nama Tuhanmu
Nama yang pernah ada 
Yang tak lagi kau ingat didalam hati
Maka mulailah dengan mencari

Sehingga bila saat engkau ingat
dapat kau sebut namaNya
Dengan penuh  keyakinan
Bahwa benar, hanya Dialah Tuhan
Dan tidak ada Tuhan selain Dia saja
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Tuhan yang telah Menciptakanmu 
dari segumpal darah, yang kemudian 
engkau penuhi dirimu dengan amarah
Dan Dialah Tuhan, yang telah menciptakan mahkluk² seluruhnya
Dari sesuatu yang tidak ada, menjadi ada
Sebagai wujud rasa Belas KasihNya
Maka berbahagialah mereka² yang tercipta
Karena diberikan kesempatan
Untuk menghamba dan bersanding denganNya

Dialah Tuhan....
Sang Penyayang mahkluknya 
Pada setiap mereka yang telah mengerti
bagaimana cara mengabdi bahkan menghamba 
pada Tuhannya yang Maha Suci
Yang tidak menduakanNya dengan apapun
Karena telah mengerti bahwa semua,
yang selain Dia hanyalah ciptaan
Dan Dialah Tuhan Yang Maha Penerima Taubat
Lagi Maha Pengampun

Dialah Tuhan...
Yang tidak hanya sekedar menciptakan 
Tapi juga menyempurnakan ciptaannya,
Sebagai perwujudan rasa Kasih dan Sayang
Menyempurnakannya dengan ujian-ujian
Kemudian menentukan kadar
Dari seberapa besar wadah, 
yang dapat engkau buat
Untuk bisa menampung petunjuk demi petunjuk
Menuju jalan yang lurus
Jalan kebenaran Tuhan

Diantara mereka kemudian dipercaya 
mengemban amanat dariNya didunia
Amanat yang pernah ditawarkan kepada
Langit, bumi dan gunung² tinggi tapi,
mereka enggan karena terlampau berat
Dan bisa jadi mereka akan berkhianat
Karena amanat hanya dapat dibawa 
oleh mereka² yang telah mampu
Dan hanya oleh mereka yang berilmu

Dan apabila Nama-namaNya telah disebut
Dia akan mewujud, 
Dari mereka yang telah diberi tanda
Nama menjadi bukan lagi sekedar nama
Tapi Nama-nama yang dapat kau rasa
Sehingga engkaupun dapat meyakini dan bersaksi
Bahwa benar, hanya Dialah Tuhan
Dan tidak ada Tuhan selain Dia saja
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Seluruh Alam 
 
Tuhanmu adalah Dia yang Maha Mendengar
Dia mendengar mereka² yang memujinya
Maka pujilah Tuhanmu dengan sebaik-baik pujian
Pujian yang banyak, sepenuh langit, sepenuh bumi
Dan sepenuh apa-apa yang Tuhanmu kehendaki
Karena tidak ada yang lebih membuat Tuhanmu senang
Selain pujian dari hambaNya yang berbakti
Dan ketahuilah,
Hanya Dialah Tuhan Yang Maha Terpuji

Dan berdoalah kepadaNya
Karena hanya Dialah 
Yang Maha Memperkenankan Doa
Tapi yang perlu engkau tau,
sebaik-baik doa yang kau ucap
Hanyalah puji-pujian untukNya

Bagaimana engkau tidak akan memujiNya
Bila  Dia adalah Sang Maha Pencipta
Dialah yang Awal dan yang Akhir
Dialah yang Maha Mengetahui
Dialah pengabul doa-doa seluruhnya
Bahkan sebelum engkau meminta
Maka doa apa lagi yang dapat engkau ucapkan
Selain memujiNya atas kasih 
dan sayang yang Diberikan

Memang sudah selayaknya Tuhanmu Dipuji
Karena Dia adalah Tuhan Yang Maha Pemberi
Dan tidak ada Tuhan selain Dia saja 
yang patut dipuji
Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala Puji bagi Allah, Tuhan seluruh Alam

Maha Pengasih, Maha Penyayang

Dialah Yang Maha Pengasih 
Diantara para pengasih
Siapakah yang lebih mengasihi mahklukNya
Selain Tuhan, yang telah menciptakan semuaNya
kemudian menyempurnakannya
Menentukan kadar dan memberi petunjuk,
bagi mereka² yang mencari

Dan Dia tegakkan neraca keadilan
Karena Dialah Sang Maha Adil
Kasih yang tanpa membeda-bedakan
Antara Mahkluknya yang durhaka 
maupun mereka yang mau menghamba
bagiNya akan sama saja
Dari semua apa-apa yang Dia ciptakan
Tak dapat menambah maupun mengurangi
Kemuliaan dari Sang Maha Mulia 
Walau sedikitpun
Karena Dialah Tuhan yang Maha Pengampun

Dan Dialah Tuhan Yang Maha Penyayang
Diantara para penyayang
Dia menyayangi mereka² 
yang dengan tulus ikhlas menghamba
Untuk kemudian mengabdi, Serta meyakini 
bahwa hanya Dialah Tuhan Yang Maha Suci
Kesucian yang hanya dapat disucikan 
oleh jiwa-jiwa yang suci pula

Yaitu orang² yang selalu mencari jalan
Untuk membersihkan dirinya
Agar dapat menggapai ridho dari Tuhannya
Hamba yang menerima setiap ketentuan
Tanpa pernah berkeluh kesah
Karena dia meyakini 
hanya Tuhanlah Yang Maha Pemurah
Yang Maha Mengetahui
Rahasia-rahasia seluruhnya
Yang nyata dan yang tersembunyi
Tuhan Yang Maha Kaya, 
Tuhan Tempat Meminta

Penguasa Hari Pembalasan

Dialah Tuhan, Yang Maha Kuasa
Berkuasa atas segala sesuatu, bahkan dirimu
Bagaimana bisa engkau merasa aman
Terhadap semua hal yang engkau lakukan
Bahkan yang kau sembunyikan didalam kalbu
Karena tidak ada yang luput dari pengawasannya
Baik yang engkau nyatakan 
maupun yang engkau sembunyikan
Karena adalah Dia, Tuhan yang Maha Mengawasi

Dialah Tuhan, yang menumbuhkan 
semua apa yang telah engkau tanam
Baik itu keburukan maupun kebaikan
Dan setiap tanamanmu itu berjarak waktu
Ada yang sebentar, ada yang lama
Masa menunggu bagimu, memetik hasilnya

Dialah Tuhan, yang menegakkan neraca keadilan
Agar setiap jiwa itu dibalas
Sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya
Baik besar maupun kecil
Tidak akan luput dari pengawasan
Maka berbuatlah sesuka-suka mu
Karena kebaikan akan dibalas kebaikan
Dan begitu juga keburukan, ada balasannya
Karena sesungguhnya Dia adalah Tuhan
Yang  Memberikan Petunjuk
Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

Hanya KepadaMu kami menyembah, dan hanya KepadaMu kami memohon pertolongan

Siapakah yang lebih patut disembah kecuali Dia
Yang telah menciptakan mahkluk² semuanya
kemudian menyempurnakan
Menentukan kadar masing-masing
Dan memberi petunjuk
Lalu bagaimana engkau bisa dipalingkan
Dengan menyembah tuhan-tuhan selainNya
Bahkan menuhankan dirimu sendiri
Yang sejatinya semua, termasuk dirimu
hanyalah ciptaan yang diciptakan
Oleh Sang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa

Hanya kepadaMu kami menyembah
Dan menyembah bukanlah perkara mudah
Engkau harus benar-benar menyadari
Bahwa semua yang ada itu diciptakan
Kecuali Dia, Tuhan Yang Tidak Berawal
Tuhan Yang Ada sebelum segala sesuatu itu ada
Tuhan yang tidak membutuhkan ciptaanNya
Tapi Dialah Tuhan yang Maha Dibutuhkan
Tempat para hamba meminta

Bagaimana tidak menyembah
Kepada Tuhan Yang Maha Indah
Yang hanya mengingatNya saja
Dapat menentramkan Jiwa
Apalagi mendekat, bisa jadi engkau akan lenyap
Melebur masuk kedalam terang Sang Maha Cahaya
Karena Dialah Sumber dari segala sumber cahaya

Kepada siapa lagi, 
engkau akan memohon pertolongan
Kecuali kepada Dia
Tuhan Tempat Meminta
Tuhan Yang Maha Mengetahui
Apa-apa yang tersembunyi

Bisa jadi engkau menyukai sesuatu
Padahal dia tidak baik untukmu
Dan begitu pula sebaliknya
Begitulah Tuhanmu lebih mengetahui
Sedangkan engkau tidak
Maka berbaik sangkalah KepadaNya
Dan berserah dirilah kepada Tuhanmu
Karena Dialah Allah
Tempat Bergantung segala sesuatu

Tunjukkan Kami Jalan Yang Lurus

Dialah Tuhan Yang Maha Sempurna
Tidak menghendaki kecuali kesempurnaan pula
Dan Dialah Yang Maha Berkehendak
Yang berkenan menunjukkan jalan 
Jalan yang lurus, menuju kesempurnaan
Maka dunia digunakanNya sebagai alat penempa
Sebagai ujian menuju kesempurnaan jiwa
Jembatan penyeberang, 
Antara dunia fana dengan keabadian
Jembatan bagi jiwa-jiwa 
yang ingin mendekat padaNya

Maka pilihlah jalan yang mendaki lagi sukar
Sampai engkau dapat mencapai kesadaran 
Sebagai hamba yang diciptakan
Dan bahwa hanya kepada Dialah 
Seharusnya engkau menyembah
Dan menggantungkan harapan
Karena itulah jalan yang lurus 
Jalan menuju kebenaran
Bahwa hanya Dialah Tuhan
Dan tidak ada Tuhan selain Allah saja
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Berjalanlah di muka bumi
Dan perhatikanlah sekelilingmu
Ambil hikmah yang dapat kau ambil
Dari perjalanan masa lalu
Saksikanlah segala apa yang telah Dia ciptakan
Engkau akan mendapati tiada cela,
didalam setiap ciptaanNya
Mengapa engkau tidak mau berfikir
Dan menjadikannya bukti yang nyata
Bahwa Dialah, Tuhanmu Yang Maha Agung
Maha Penyantun, lagi Maha Besar

Dialah Yang Maha Pengasih
Dengan Belas Kasih yang sempurna 
kepada semua Mahkluk ciptaanNya
Sang Maha Pemberi Nikmat
Nikmat yang tak terhitung
Dan bila engkau mencoba menghitung,
Semua nikmat-nikmat itu
Niscaya engkau tak akan mampu

Dan kenikmatan yang sesungguhnya
Yang diberikan kepada mereka yang menghamba
Hanyalah kenikmatan Iman
Yaitu percaya dengan penuh keyakinan
Dan melaksanakan semua perintah
Tanpa membantah
kemudian bersaksi, 
bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Dia saja
Yang patut disembah

Itulah jalan kebenaran
Jalan yang lurus yang telah dilalui
Orang² yang disempurnakan
Yaitu mereka yang telah melewati ujian demi ujian
lalu mereka diberi petunjuk dan menerimanya
Kemudian mereka wujudkan tanpa memilih
Mana yang menguntungkan, mana yang tidak
Jalan yang telah dilalui para pencari, 
yang melihat Tuhannya 
Hanya dengan keimanan dan ketakwaan
Jalan menuju kenikmatan yang abadi

Jangan menempuh jalan orang² yang enggan
Yang mengaku percaya, tapi hanya sebatas kata
Hanya memilih apa-apa yang mereka sukai
Pengabdian mereka disertai dengan alasan
Untuk memperoleh keuntungan
Dan terkabul segala keinginan 
Layaknya seorang pedagang
Berdagang dengan Dia yang Telah Menciptakan
Apakah itu hal yang masuk akal ?
Cita-citanya hanya sebatas apa yang akan sirna
Tidak mau menempuh jalan yang mendaki lagi sukar
Apakah  bisa mereka disebut orang² yang percaya
Lalu bagaimana Tuhanmu tidak akan murka ?

Dan janganlah engkau menempuh jalan yang telah ditempuh oleh mereka² 
yang menyaksikan tapi tidak percaya 
bahwa yang patut disembah hanyalah Dia
Tuhan Sang Maha Pencipta
Dan mereka tidak mau menyadari 
bahwa sesungguhnya hanyalah ciptaan yang diciptakan
Akan tetapi mereka justru menciptakan tandingan
Sembahan-sembahan lain
Bahkan menuhankan akalnya

Apakan mereka tidak memikirkan
Bahwa Dialah Tuhan Yang Maha Tinggi
Yang tidak dapat kau jangkau dengan akalmu
Dan Dialah Tuhan Yang Tidak Dapat diperbandingkan
Dan tidak ada Yang Sebanding dengan Dia
Dialah Tuhan Yang Maha Esa
Tuhan Tempat Bergantung Segala Sesuatu

Dialah Allah
Dan tidak ada Tuhan selain Dia saja
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Tuesday, March 30, 2021

Sebaik-Baik Pengingat

Mengulang-ulang pemahaman
Mungkin akan membuatmu bosan
Karena bagaimana bisa mengerti
Bila engkau membacanya hanya sekali
Dan tdak ada yang lebih membuatmu kesal
Diingatkan saat engkau mengaku paham
Lagi dan lagi....

Namun, setiap apa yang engkau telah mengerti
Menjadi tidak berarti
Bila tak pernah kau wujudkan
Didalam mengarungi kehidupan ini
Renungkanlah, untuk apa engkau diciptakan
Agar jalan yang kau tuju 
tak lagi terasa samar

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Apakah engkau mengira
Hanya akan dibiarkan saja 
Dengan mengaku telah percaya
Sedangkan engkau tidak lagi diuji..?
Dunia ini tempatnya ujian
Bukan tempat mencari kesenangan
Jadi tinggalkanlah pemahaman 
yang tidak masuk akal

Ujian demi ujian, bukan tanpa alasan
Tapi untuk mengetahui kedudukanmu di sisiNya
Dan kedudukanNya disisimu
Banyak yang merasa dekat denganNya
Tapi apalah rasa, 
bila tak pernah kau lekatkan di jiwa
Bukankah selama ini engkau penasaran
Jalan menuju kesempurnaan

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Akui saja, semua ibadahmu
Bahkan pengabdian
Dan doa yang selalu kau panjatkan
Hanya untuk kepentingan hidupmu didunia
Agar supaya apa yang kau inginkan terpenuhi
Supaya engkau diberi kelapangan rizki
kelimpahan harta, kemakmuran
kebahagiaan dan kemuliaan untuk dirimu 
bahkan kemuliaan anak cucumu nanti

Kemuliaan yang seperti apa...?
Apakah dengan kelapangan rizki yang ada
Engkau merasa dimuliakanNya
Atau kesempitan rizki yang kau rasa
Engkau merasa dihinakanNya
Bila semua itu adalah ujian, 
bukankah akan sama saja
Mengapa tak pernah kau pikirkan dengan seksama

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Saat ini, dunia seakan-akan tampak nyata
Tapi nanti saat kau mati,  
Semuanya hanyalah ilusi
Baru engkau akan tersadar
Bagaimana kau tukar keabadian
Dengan kesenangan yang sebentar

Dan bila saat engkau mati nanti
lihatlah, tidak akan ada lagi yang perduli
Teman dekat dan keluargamu
Bahkan anak istrimu 
Yang cintanya engkau harap-harapkan
Tak akan lagi ingat, bahwa engkau pernah menetap
Engkau akan ditinggalkan seperti malam

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Mereka disibukkan dengan urusannya
Sedangkan engkaupun sibuk dengan urusanmu
Setiap detik harus berhadapan 
Dengan ketakutan demi ketakutan yang mencekam
Padahal yang kau harapkan hanyalah doa
Dari mereka yang masih ada
Tapi mereka lupa, bawa engkau pernah ada

Maka dari itu, sadarlah mulai saat ini
Yang bisa menolongmu hanyalah dirimu sendiri
Wujudkanlah tujuan awal sebuah penciptaan
Mintalah belas kasih 
hanya kepada Sang Maha Pengasih
Dan mintalah pertolongan 
Kepada Sang Penguasa hari pembalasan

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Jadikanlah kematian sebagai pengingat
Bahwa masih ada negeri akherat
Disini Engkau diciptakan hanya untuk mengabdi
Maka belajarlah menjadi hamba-hamba yang berbakti
Seorang hamba adalah milik Sang Maha Pencipta
Sedikitpun engkau bahkan tak punya kuasa
Lalu bagaimana bisa engkau mengatakan "aku"

Dunia ini tercipta sebagai ladang ujian
Agar engkau dapat mencapai kesempurnaan
Dan bila engkau tidak mencari
Lalu bagaimana engkau akan mengerti

Sang Maha Pencipta memiliki banyak nama
Pilihlah nama mana yang kau suka
Wujudkanlah sifat-sifat yang Dia punya
Wujudkanlah didalam keseharianmu
Karena Dia tau hanya manusia yang mampu

Maka engkau akan melihat
Bagaimana seorang hamba
Menjadi perwakilan Rajanya
Dalam mewujudkan kebaikan di dunia
Dan menjadi rahmat bagi semesta

Monday, February 1, 2021

Wujud Nyata

Jeda waktu ini, kurasakan terlalu lama
Tak kunjung dapat kutorehkan barang sekata
Seakan hati ini diam,
Menungguku mengambil tindakan
Untuk semua pemahaman yang telah terlontar
Karena hanyalah wujud nyata
Yang dapat kujadikan sebagai bukti, 
Atas kesungguhan dan ketulusan hati

Tidakkah kau rasa
Jaman ini berubah begitu cepat, 
Bahkan tidak berhenti sejenak untuk menunggu 
Sampai engkau benar-benar siap
Tapi masih saja engkau disibukkan 
dengan segala macam urusan dunia
Sedangkan tak banyak lagi
Waktumu yang tersisa

Kekawatiran demi kekawatiran 
telah membuatmu lupa
Bahwa Tuhan itu Maha Kaya, Maha Mengetahui
Dan masih saja kau bilang, 
Bahwa engkau adalah orang-orang yang mencari
Sebenarnya siapakah yang kau cari?
Jika kekawatiranmu akan dunia tak pernah berhenti

Bukannya tidak ada solusi, 
Dalam menjawab setiap tantangan peradaban
Tapi jika hanya niat saja, aku rasa masih kurang
Karena ketika rasa percaya itu telah tiada
Akan sulit bila kau coba mencari gantinya
Maka kuat-kuat kanlah dirimu 
Dalam setiap pergantian waktu

Mau tak mau kehidupan ini harus tetap berjalan
Jadikanlah iman & takwa sebagai bekal
Bila tak kau tingkatkan, 
Mungkin engkau yang akan tertinggal
Menggerus pemahamanmu tentang keyakinan
Lalu apa yang akan kau jadikan pegangan

Sebenarnya yang dibutuhkan,
hanyalah ketulusan hati
Dan aku rasa, saat ini sulit untuk bisa kau temui
Manusia sudah tak lagi punya rasa
Mereka telah lama lupa,
Bagaimana caranya menghamba

Selalu mengharapkan imbalan
Untuk semua yang diperintahkan
Bahkan dalam melakukan amal kebajikan pun
Bukan semata-mata karena Tuhan
Yang sebenarnya engkau harapkan 
adalah pujian, sanjungan bahkan pengakuan
Atas kebaikanmu, kepintaranmu, kesholehanmu
Dan bahkan keAkuan

Tak perlu kau ucap untuk dapat mengetahuinya, 
Bahkan dari gerak-gerikmu saja sudah terbaca
Dan masih saja kau harapkan ridho dariNya
Apakah engkau tak punya malu
Kau letakkan dimana sebenarnya akalmu itu!?

Ridho itu hanya akan kau peroleh 
bila kau benar-benar menghamba padaNya
Berjalan menuju Tuhan butuh pengorbanan
Tingkatkanlah rasa percaya serta keyakinan
Dan jadilah orang yang berbakti
Karena itulah syarat yang harus kau penuhi

Taukah engkau apakah bakti itu
Bakti itu harus pandai-pandai mengambil hati
Bukan karena diperintah atau diingatkan
Tapi lakukanlah semua dengan penuh kesadaran
Dan karena engkau telah mengerti

Apakah engkau tidak penasaran
Siapakah sebenarnya orang yang paling berbakti
Orang yang paling berbakti adalah
Mereka yang mendermakan hartanya 
Hanya untuk membersihkan diri

Sedangkan mereka tau,
Tidak ada seorangpun yang memberikan suatu nikmat yang harus dibalasnya
Dan bukan pula karena berhutang budi
Tapi mereka melakukan itu karena meyakini, 
itulah jalan yang tercepat
Untuk dapat menurunkan rahmat
Dan ridho dari Tuhannya Yang Maha Tinggi