Taukah engkau
Bahwa rahasia akan tetap menjadi rahasia
Jika tak pernah kau pertanyakan
Mencari jawaban untuk setiap kata mengapa
Bahkan untuk sekedar,
mempertanyakannya didalam hati
Tentang sebuah penciptaan,
Dan hakekat yang tersembunyi
Memikirkan Tuhan, adalah awal pencarian
Dan menjadi sebuah kesenangan tersendiri
Bagi mereka, yang bersungguh-sungguh dalam mencari
Berbahagialah mereka-mereka yang menunggu
Bulan yang dimuliakan, yaitu bulan pembelenggu
Bulan yang telah dinanti-nanti
Oleh mereka para pengabdi
Yang rela menunggu di setiap malam-malamnya
Hanya untuk mendapatkan satu malam,
Malam ketetapan
Malam ditetapkannya segala urusan
Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan
Bisa jadi, engkau akan menemuinya
Tapi bila tak kau persiapkan dari awal,
dengan Iman & kesungguhan hati
Mungkinkah engkau akan mengerti ?
Aku khawatir, semua akan sia-sia,
Dan yang akan engkau dapatkan
hanyalah lapar & dahaga
Karena sesungguhnya ini
Adalah bulan uji coba
Engkau dipaksa agar mau belajar
Untuk menjadi orang-orang yang sempurna
Mengerti bukan hanya sekedar teori
Tapi dipaksa mewujudkannya, dikehidupan nyata
Ujian keimanan bagi mereka yang mengaku
Sehingga kata bukan hanya sekedar kata
Karena setiap usahamu,
Akan terpatri didalam kalbu
Ujiannya adalah melawan hawa nafsu
Ukurannya dilihat dari seberapa besar,
Engkau dapat menahan setiap keinginan
Engkau dipaksakan untuk menjadi orang yang sabar
Agar engkau mengerti, dan memahami
Arti sebuah perjuangan
Dari hamba-hamba yang telah dimuliakan
Bagaimana mereka dapat menahan setiap amarah
Dan tidak berkata dusta, bahkan bagi dirinya
Belajar untuk menjadi hamba
Yang setiap harinya engkau lalui dengan memuji
Memuji Dia yang telah menciptakan
Maka engkau dipaksa
melaksanakan semua perintah tanpa membantah
Dan selalu bersyukur atas semua yang terjadi
Hilangkanlah angan-angan
tentang pahala yang besar
Karena sesungguhnya akhir dari pencapaian
Adalah ketulusan dan keikhlasan
Seakan-akan engkau dipaksakan,
Tapi sebenarnya bukan
Engkau hanya diingatkan kembali
Tujuanmu terlahir ke bumi
Sebagai mahkluk ciptaanNya
Karena memang begitulah yang seharusnya,
Bagaimana seorang hamba berlaku
Menghamba dengan sepenuh jiwa
Mengabdi dengan sepenuh hati
Dan Tuhan menentukan kadarmu
Dari apa-apa yang dapat engkau pahami
Yang perlu engkau persiapkan hanyalah,
sebuah tempat penampung
Sebuah bejana didalam hati
Yang tercipta saat engkau mulai mencari
Dan dengan mengingat-ingat namaNya
Akan membuatnya bercahaya
Besarkanlah bejana itu,
Dengan bagaimana engkau berlaku
Karena ukuran kesempurnaan manusia
Apabila dia mampu menampung,
Petunjuk demi petunjuk
Menuju kesempurnaan jiwa
Yang diharapkan akan tercipta
Akhlak yang mulia
Setiap orang tidak akan sama
Ketetapan yang akan mereka terima
Semua itu tergatung dari seberapa besar
kadar yang mereka punya
Karena Tuhanmu tidak akan membebani
Kecuali sesuai dengan kesanggupan
Dan setiap jiwa akan dibalas
Sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya
Maka besarkanlah bejana itu
Dengan bagaimana engkau berlaku
Dan Tuhanmu tidak akan merubah keadaan
Kecuali bila engkau mengupayakan
untuk merubahnya, dari keadaanmu yang sekarang
Sebuah malam ketetapan
Yang selalu engkau damba-dambakan
Hari turunnya wahyu,
Kepada semua mahkluk,
dan itupun termasuk dirimu
Sungguh sia-sialah apa yang engkau lakukan
Jika menunggunya hanya dimalam-malam
yang telah engkau tentukan
Padahal lebih baik jika engkau menunggu
Disetiap malam-malamnya
Karena rahasianya hanya Dia yang punya
Dan terserah Tuhanmu kapan akan diturunkan
Bisa jadi bulan ini, ataupun bulan depan
Terserah-serah Dia,
Siapakah engkau, sehingga ikut menentukan
Engkau hanya perlu menunggu
Disetiap malam demi malam
Maka siapkanlah bejana didalam hatimu
Bersihkanlah dia dari semua kotoran
Bersihkan dengan mengingat-ingat namaNya
Lakukanlah setiap malam berulang-ulang
Dengan begitu engkau tidak akan lupa
Kepada Dia, Sang Maha Pencipta
Dan besarkanlah bejana itu
Dengan sabar, syukur, jujur
serta tulus ikhlas
Pelajaran yang dipaksakan kepadamu dibulan ini
Agar engkau selalu ingat dan mengerti
Bagaimana cara mengabdi
Dan bukan hanya dibulan ini saja sebenarnya
Tapi diseluruh hari-hari yang engkau jalani
Sehingga apabila malam ketetapan itu datang
Engkau dapat menampungnya
Setiap saat, setiap waktu
Petunjuk dari Tuhanmu
Menuju jalan yang lurus
Menuju jalan kebenaran
No comments:
Post a Comment