Tuesday, April 7, 2020

Rasa Yang Harus Ada

Kau berikan aku sebuah Istana
Istana yang megah, Indah seperti istana para raja
Orang yang melihat akan terkesima dan takjub
Hanya memandangnya saja tak akan pernah cukup
Dari rasa tulus Ikhlas dan tawadhu istana itu terbuat
Dan katanya tak luput juga dari hukum sebab akibat

Ku coba mencari tahu, 
Apa yang sebenarnya menjadi alasan
Mengapa Istana semegah itu 
Diberikan padaku tanpa beban
Rasanya tak pantas 
Bila hanya aku yang berhak menerima
Istana yang sepantasnya untuk para raja
Diberikan kepada ku, yang hanyalah seorang hamba

Kembali menyelami masa lalu, 
hanya untuk mencari tahu, adakah padaku 
Rasa tulus ikhlas dan tawadhu' itu
Alasan yang aku sendiri telah lupa
Perbuatan yang tak lagi aku bisa mengingatnya

Bagiku mungkin tak penting...
Tapi bagi orang lain, ingatan itu akan sangat berharga
Setidaknya mereka tak perlu lagi mengira-ngira
Bagaimana cara bisa sampai menuju kesana
Memiliki Istana para raja, adalah impian para hamba

Mungkin yang bisa aku jelaskan hanyalah sekedar teori
Agar bisa engkau terapkan dikehidupan sehari-hari
Karena yang dibutuhkan adalah wujud nyata
Hanya dengan itu amal bisa diterima

Tulus itu tak dapat kau raba
Karena dia terdapat jauh dihati yang terdalam
Salah satu alasan mengapa setiap niat tercipta
Dan niat adalah awal dari segala tindakan bermula
Tulus itu niat yang tanpa alasan
Keinginan yang tanpa sebab
Dorongan yang hanya bermodalkan keyakinan
Yakin bahwa Tuhan itu Maha Kaya
Bukan karena supaya ini atau itu
Bukan pula karena tujuan tertentu
Hanya yakin saja, bahwa Tuhan itu Maha Tau

Ikhlas adalah niat baik yang berwujud nyata
Tak lagi kau simpan didada
Tapi sesuatu yang berharga,
Yang kau keluarkan dari dirimu, dengan penuh kerelaan
Tak pernah kau tunda-tunda, 
setiap niat baik yang tercipta
Selalu kau wujudkan dengan segera, tanpa beban
Karena menahannya akan sangat memalukan

Sedangkan Tawadhu adalah inti dari segala rasa
Tak pernah takut dan terpengaruh 
dengan setiap penilaian orang
Karena harga diri bukanlah ukuran
Kerendahan dan tiadanya kesombongan dihadapan Raja
Memang sudah sepatutnya
Bilamana kau anggap dirimu, hanyalah seorang hamba
Tak perlu kau nilai tinggi harga dirimu
Karena yang kau jual sebenarnya bukanlah milikmu
Dirimu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pencipta
Biarlah Dia yang menilai berapapun harganya
Maka tidak sepatutnya sombong itu bersemayam dihati setiap manusia

Begitulah caraku menjelaskan
Semoga bisa menjadi bahan perenungan
Walaupun hanya sekedar teori
Tapi itulah yang kuyakini
Wujud nyata adalah kunci dari semua
Tak bisa hanya dengan kata-kata yang besar
Yang diperlukan hanyalah kepasrahan serta keyakinan
Jangan pernah ada keraguan walau sedikit
Karena rasa itu hanya akan mempersulit