Saturday, May 23, 2020

Keselamatan, Keberkahan dan Cinta

Seiring Gema Takbir yang bekumandang
Dan kewajiban yang telah kami tunaikan
Walaupun tak seberapa, 
Dalam kami mengamalkannya
Setidaknya kami telah berusaha
Melaksanakannya dengan rasa tanggung jawab
Dan suka cita...

Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa
Dengan berakhirnya tanggung jawab kami dibulan ini
Seiring itu pula kami memohon ampunan kepadaMu
Atas segala keangkuhan kami
Kesombongan kami
Bahkan kebodohan dan ketidaktahuan kami
Dalam menjalani kehidupan didunia ini

Ingatkanlah kami selalu, atas segala kekurangan,
Ketidakmampuan kami...
Dan ketidaksempurnaan kami dihadapanMu, 
Wahai Dzat Yang Maha Sempurna
Terimalah pengakuan kami
Sebagai hambaMu
Hamba yang hina...

Dan tak lupa kami memohon kepadaMu
Bukakanlah selalu pintu hati kami
Sehingga kami mengerti
Dan memahami...
Betapa banyak karunia yang telah Engkau limpahkan
Yang kami benar-benar tidak menyadarinya
Yang kami tahu hanyalah, selalu menuntut
Dan tak pernah merasa cukup

Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang
Kami memohon rahmat dan hidayahMu
Sehingga Engkau mudahkan segala sesuatu
Dan Engkau beri kami keselamatan dan keberkahan
Dalam mengarungi kehidupan
Yang penuh rintangan
Dan tipu daya ini...

Salam...
Salam...
Salam...

Tuesday, May 19, 2020

Jaman Yang Penuh Luka

Sudah...
Berhentilah membicarakannya
Bila engkau tak siap, 
Bukan berarti mereka yang salah
Salahkanlah dirimu sendiri
Yang sejak awal, sudah tak perduli...

Mungkin memang sudah waktunya jaman ini berubah
Bila tak sesuai keinginan,
Jangan lalu kau jadikan alasan untuk menyerah
Tak perlu heran dengan keadaan
Karena ini semua terjadi bukan kebetulan

Ini baru permulaan, 
Coba kamu pikirkan kelanjutannya
Bila di awal sudah kau rasakan sengsara
Lalu...bagaimana dengan pertengahan
Bahkan akhirnya....
Mungkin hanya ada penderitaan di setiap cerita

Bukan tidak ada solusi, 
Dalam menjawab tantangan peradaban ini
Tapi jika hanya niat saja, aku rasa masih kurang
Ketika rasa percaya itu telah tiada
Akan sulit bila kau coba mencari gantinya
Maka kuat-kuat kanlah dirimu 
Dalam setiap pergantian waktu

Mau tak mau kehidupan ini harus tetap berjalan
Jadikanlah iman & takwa sebagai bekal
Bila tak kau tingkatkan, 
Mungkin engkau yang akan tertinggal
Menggerus pemahamanmu tentang keyakinan
Lalu apa yang akan kau jadikan pegangan

Sebenarnya, yang dibutuhkan hanyalah ketulusan hati
Dan aku rasa, saat ini sulit untuk bisa kau temui
Manusia sudah tak lagi punya rasa
Mereka telah lama lupa,
Bagaimana caranya menghamba
Selalu mengharapkan imbalan
Untuk semua yang diperintahkan

Sabar dan ikhlas harus tetap kau usahakan
Karena hanya itulah bekalmu dalam berperang
Jangan melakukan perintah, hanya karena diwajibkan
Tapi tanamkanlah didalam kalbu
Bahwa semua itu sudah menjadi tanggung jawabmu

Keluh kesah, resah dan gelisah
Singkirkanlah dari jiwa
Tak ada yang perlu ditakutkan
Hidup dijaman yang penuh luka
Percaya dan yakinlah 
Hanya berbekal kesungguhan dan ketulusan hati
Tuhan akan memberikan kekuatan
Untuk dapat menjalani kehidupan ini

Sunday, May 17, 2020

Raja Manusia

Akan aku ceritakan kepadamu, tentang dua raja
Saat keduanya bertahta didada manusia
Tak saling berebut kekuasaan, 
Terserah...siapa yang akan menghamba padanya
Kekuasaannya telah terbagi, tanpa engkau sadari
Menghamba kepada salah satunya
Hanya akan membuatmu rugi

Pengaruh dua raja itu begitu kuat
Mereka ada, bersamaan dengan manusia,
Saat mereka diturunkan kedunia
Seharusnya mereka dapat menahan
Sehingga tidak menjadi salah satu hamba mereka
Ataupun hamba keduanya...
Tapi semua tergantung bagaimana mereka mencari

Raja yang pertama, berkuasa akan harta
Dan gemerlapnya dunia
Lihatlah kemana hatimu menghamba
Sifat bakil, kikir, rakus dan gila harta
Adalah ciri - cirinya...
Siapa yang menghamba padanya
Dapat dilihat kemana arah hatinya bermuara
Yang kau butuhkan untuk melawannya 
Hanyalah ketulusan dan keikhlasanmu dalam memberi

Raja yang kedua, berkuasa atas hawa nafsu
Lihat bagaimana engkau memanjakan keinginanmu
Akan lebih baik bila kau mampu menahan
Semua keinginan, saat dia mencoba keluar
Kesombongan, amarah dan benci 
Adalah salah satu sifat yang menjadi ciri
Sebaik - baik manusia adalah yang mampu menahan
Dan diam mungkin menjadi jawaban

Dua raja itu tak saling berperang
Hanya akan bertahta di dada manusia dengan tenang
Pengaruhnya yang kuat pada dirimu
Membuat lamanya berkuasa tak terhitung waktu
Manusia mungkin telah lama lupa 
Kepada siapa dia seharusnya menghamba
Kecuali mereka yang benar-benar ingin mencari
Raja yang sesungguhnya
Yang kepadaNya mereka telah mengambil Janji

Hati ibarat singgasana....
Kepada raja yang mana engkau mempersiapkannya
Bersihkanlah hatimu dari segala tipu daya
Maka engkau akan menyadari
Telah menghamba kepada siapa selama ini
Aku tahu, bisikan kedua raja itu telah membuatmu ragu
Kepada jalan lurus yang seharusnya kau tuju
Lepaskanlah hatimu dari cengkraman mereka
Karena hanya boleh ada satu raja yang bertahta

Katakanlah...
Aku berlindung kepada Tuhan manusia
Raja manusia, Sembahan manusia
Yang kepadaNyalah harusnya aku menghamba
Aku berlindung dari bisikan yang biasa bersembunyi
Yang membisikkan kejahatan didada manusia
Yang membuat aku terlupa
Kepada Raja yang sesungguhnya
Raja...yang seharusnya menempati hati

Thursday, May 14, 2020

Jangan Ada Rahasia

Mencoba menyelami rahasiaku sendiri
Jangan ada rahasia, adalah kunci mengenal diri
Yang dibutuhkan adalah sikap menerima
Karena kebenarannya, akan pait terasa
Rahasia yang tersimpan harus kukeluarkan
Dan untuk mengungkapnya, dibutuhkan keberanian

Apakah kamu tahu rahasia itu...
Rahasia yang ada, tapi tak pernah ku akui
Rahasia yang menghalangiku, menuju Mu
Ya...rahasia itu, rahasia yang selalu kututupi
Dan setiap manusia pasti punya
Tapi anehnya, mereka tak pernah merasa...

Rahasiaku adalah semua sifat yang tidak kamu suka 
Bahkan oleh diriku sendiri, setidaknya itu yang kurasa
Sifat yang aku takut bila orang lain akan mengetahui
Sehingga harus kusembunyikan mati-matian
Sekedar senang adalah keinginan
Dan lihatlah bagaimana rahasia itu tersimpan

Aku menguncinya dalam segala bentuk pujian manusia
Karena sanjungan membuatku merasa sempurna
Keburukan sifat itu seakan tak nampak pada diri
Sombong, kikir, tamak, iri bahkan dengki
Penyakit-penyakit hati itu yang selalu bersembuyi
Yang keberadaannya tak pernah kuanggap
Mungkin memang sudah saatnya bila kuungkap

Entah dari mana harusnya kumulai
Mengenal sifat buruk yang telah lama mengotori hati
Sehingga tak akan lagi ada rahasia, 
Agar kesejatian itu terasa nyata
Aku akan mulai bercermin pada orang yang kubenci
Yang sifat buruk mereka sempat melukai nurani
Tidakkah mereka sadar bahwa sifat itu ada
Ataukah hanya aku yang dapat melihatnya

Perenungan itu kemudian membuat aku tersadar
Bagaimana jika mereka juga melihat 
Sifat buruk ku yang terkunci rapat
Merasa benar adalah akar dari kesombongan
Mungkin karena itulah mata dan hatiku telah dibutakan
Apakah itu mungkin terjadi...
Bila iya, lalu aku harus bagaimana...
Dan terkadang dengan merenung sejenak 
Dapat membukakan mata hati yang terkunci

Seharusnya aku tak lagi menduga-duga
Berprasangka buruk seakan aku ini tanpa cela
Akan kulihat kejelekanku pada diri mereka
Sehingga ada rasa malu 
Saat aku mulai membicarakannya
Kini aku tak lagi dapat melihat keburukan 
Yang ada pada setiap orang
Yang aku lihat pada mereka,
Hanyalah pantulan keburukanku sendiri
Dan kini aku tahu, Bagaimana cermin hati itu berfungsi

Tak ada rahasia, bila tak ada lagi yang ditutup-tutupi
Mengetahui penyakit hati yang kau punya adalah jawaban
Setidaknya saat ini, hatiku tak lagi menanggung beban
Dan tak lagi perduli dengan bagaimana orang mencela
Karena penyakit  itu, aku telah menyadarinya
Bila kau ungkapkan, aku tak akan terkejut
Karena rasa itu, tak lagi membuat aku takut

Sekarang lihatlah bagaimana aku berjalan
Setiap langkah kaki bahkan terasa ringan
Hanya dengan menyadari penyakit hati yang kusimpan
Membuatku jiwaku merasa nyaman
Setidaknya aku mengetahui bagaimana harus menahan
Menahan keinginan supaya dapat kukalahkan
Disitulah aku temukan makna dari perjuangan

Mengetahui penyakit hati adalah obat
Karena aku yakin tidak ada kata terlambat
Penyakit hati adalah rahasia yang tersimpan di dalam
Bila tak kau keluarkan, 
Maka sulit bila kau ingin temukan terang
Karena mereka harus lebih dulu mengetahui
Bahwa penyakit hati itu, yang membuatmu lupa diri
Tak lagi ada rahasia, adalah obat bagi Jiwa
Karena Tuhan, tak akan memasuki hati yang penuh luka