Mencoba menyelami rahasiaku sendiri
Jangan ada rahasia, adalah kunci mengenal diri
Yang dibutuhkan adalah sikap menerima
Karena kebenarannya, akan pait terasa
Rahasia yang tersimpan harus kukeluarkan
Dan untuk mengungkapnya, dibutuhkan keberanian
Apakah kamu tahu rahasia itu...
Rahasia yang ada, tapi tak pernah ku akui
Rahasia yang menghalangiku, menuju Mu
Ya...rahasia itu, rahasia yang selalu kututupi
Dan setiap manusia pasti punya
Tapi anehnya, mereka tak pernah merasa...
Rahasiaku adalah semua sifat yang tidak kamu suka
Bahkan oleh diriku sendiri, setidaknya itu yang kurasa
Sifat yang aku takut bila orang lain akan mengetahui
Sehingga harus kusembunyikan mati-matian
Sekedar senang adalah keinginan
Dan lihatlah bagaimana rahasia itu tersimpan
Aku menguncinya dalam segala bentuk pujian manusia
Karena sanjungan membuatku merasa sempurna
Keburukan sifat itu seakan tak nampak pada diri
Sombong, kikir, tamak, iri bahkan dengki
Penyakit-penyakit hati itu yang selalu bersembuyi
Yang keberadaannya tak pernah kuanggap
Mungkin memang sudah saatnya bila kuungkap
Entah dari mana harusnya kumulai
Mengenal sifat buruk yang telah lama mengotori hati
Sehingga tak akan lagi ada rahasia,
Agar kesejatian itu terasa nyata
Aku akan mulai bercermin pada orang yang kubenci
Yang sifat buruk mereka sempat melukai nurani
Tidakkah mereka sadar bahwa sifat itu ada
Ataukah hanya aku yang dapat melihatnya
Perenungan itu kemudian membuat aku tersadar
Bagaimana jika mereka juga melihat
Sifat buruk ku yang terkunci rapat
Merasa benar adalah akar dari kesombongan
Mungkin karena itulah mata dan hatiku telah dibutakan
Apakah itu mungkin terjadi...
Bila iya, lalu aku harus bagaimana...
Dan terkadang dengan merenung sejenak
Dapat membukakan mata hati yang terkunci
Seharusnya aku tak lagi menduga-duga
Berprasangka buruk seakan aku ini tanpa cela
Akan kulihat kejelekanku pada diri mereka
Sehingga ada rasa malu
Saat aku mulai membicarakannya
Kini aku tak lagi dapat melihat keburukan
Yang ada pada setiap orang
Yang aku lihat pada mereka,
Hanyalah pantulan keburukanku sendiri
Dan kini aku tahu, Bagaimana cermin hati itu berfungsi
Tak ada rahasia, bila tak ada lagi yang ditutup-tutupi
Mengetahui penyakit hati yang kau punya adalah jawaban
Setidaknya saat ini, hatiku tak lagi menanggung beban
Dan tak lagi perduli dengan bagaimana orang mencela
Karena penyakit itu, aku telah menyadarinya
Bila kau ungkapkan, aku tak akan terkejut
Karena rasa itu, tak lagi membuat aku takut
Sekarang lihatlah bagaimana aku berjalan
Setiap langkah kaki bahkan terasa ringan
Hanya dengan menyadari penyakit hati yang kusimpan
Membuatku jiwaku merasa nyaman
Setidaknya aku mengetahui bagaimana harus menahan
Menahan keinginan supaya dapat kukalahkan
Disitulah aku temukan makna dari perjuangan
Mengetahui penyakit hati adalah obat
Karena aku yakin tidak ada kata terlambat
Penyakit hati adalah rahasia yang tersimpan di dalam
Bila tak kau keluarkan,
Maka sulit bila kau ingin temukan terang
Karena mereka harus lebih dulu mengetahui
Bahwa penyakit hati itu, yang membuatmu lupa diri
Tak lagi ada rahasia, adalah obat bagi Jiwa
Karena Tuhan, tak akan memasuki hati yang penuh luka