Tuesday, March 30, 2021

Sebaik-Baik Pengingat

Mengulang-ulang pemahaman
Mungkin akan membuatmu bosan
Karena bagaimana bisa mengerti
Bila engkau membacanya hanya sekali
Dan tdak ada yang lebih membuatmu kesal
Diingatkan saat engkau mengaku paham
Lagi dan lagi....

Namun, setiap apa yang engkau telah mengerti
Menjadi tidak berarti
Bila tak pernah kau wujudkan
Didalam mengarungi kehidupan ini
Renungkanlah, untuk apa engkau diciptakan
Agar jalan yang kau tuju 
tak lagi terasa samar

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Apakah engkau mengira
Hanya akan dibiarkan saja 
Dengan mengaku telah percaya
Sedangkan engkau tidak lagi diuji..?
Dunia ini tempatnya ujian
Bukan tempat mencari kesenangan
Jadi tinggalkanlah pemahaman 
yang tidak masuk akal

Ujian demi ujian, bukan tanpa alasan
Tapi untuk mengetahui kedudukanmu di sisiNya
Dan kedudukanNya disisimu
Banyak yang merasa dekat denganNya
Tapi apalah rasa, 
bila tak pernah kau lekatkan di jiwa
Bukankah selama ini engkau penasaran
Jalan menuju kesempurnaan

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Akui saja, semua ibadahmu
Bahkan pengabdian
Dan doa yang selalu kau panjatkan
Hanya untuk kepentingan hidupmu didunia
Agar supaya apa yang kau inginkan terpenuhi
Supaya engkau diberi kelapangan rizki
kelimpahan harta, kemakmuran
kebahagiaan dan kemuliaan untuk dirimu 
bahkan kemuliaan anak cucumu nanti

Kemuliaan yang seperti apa...?
Apakah dengan kelapangan rizki yang ada
Engkau merasa dimuliakanNya
Atau kesempitan rizki yang kau rasa
Engkau merasa dihinakanNya
Bila semua itu adalah ujian, 
bukankah akan sama saja
Mengapa tak pernah kau pikirkan dengan seksama

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Saat ini, dunia seakan-akan tampak nyata
Tapi nanti saat kau mati,  
Semuanya hanyalah ilusi
Baru engkau akan tersadar
Bagaimana kau tukar keabadian
Dengan kesenangan yang sebentar

Dan bila saat engkau mati nanti
lihatlah, tidak akan ada lagi yang perduli
Teman dekat dan keluargamu
Bahkan anak istrimu 
Yang cintanya engkau harap-harapkan
Tak akan lagi ingat, bahwa engkau pernah menetap
Engkau akan ditinggalkan seperti malam

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Mereka disibukkan dengan urusannya
Sedangkan engkaupun sibuk dengan urusanmu
Setiap detik harus berhadapan 
Dengan ketakutan demi ketakutan yang mencekam
Padahal yang kau harapkan hanyalah doa
Dari mereka yang masih ada
Tapi mereka lupa, bawa engkau pernah ada

Maka dari itu, sadarlah mulai saat ini
Yang bisa menolongmu hanyalah dirimu sendiri
Wujudkanlah tujuan awal sebuah penciptaan
Mintalah belas kasih 
hanya kepada Sang Maha Pengasih
Dan mintalah pertolongan 
Kepada Sang Penguasa hari pembalasan

Dan sebaik-baik pengingat adalah kematian

Jadikanlah kematian sebagai pengingat
Bahwa masih ada negeri akherat
Disini Engkau diciptakan hanya untuk mengabdi
Maka belajarlah menjadi hamba-hamba yang berbakti
Seorang hamba adalah milik Sang Maha Pencipta
Sedikitpun engkau bahkan tak punya kuasa
Lalu bagaimana bisa engkau mengatakan "aku"

Dunia ini tercipta sebagai ladang ujian
Agar engkau dapat mencapai kesempurnaan
Dan bila engkau tidak mencari
Lalu bagaimana engkau akan mengerti

Sang Maha Pencipta memiliki banyak nama
Pilihlah nama mana yang kau suka
Wujudkanlah sifat-sifat yang Dia punya
Wujudkanlah didalam keseharianmu
Karena Dia tau hanya manusia yang mampu

Maka engkau akan melihat
Bagaimana seorang hamba
Menjadi perwakilan Rajanya
Dalam mewujudkan kebaikan di dunia
Dan menjadi rahmat bagi semesta

No comments:

Post a Comment