Friday, September 16, 2016

Hujan itu...aku Rindu

Aku masih mengingat
Hari turunnya hujan bulan ini
Tetes demi tetes, airnya memecah sunyi
Hujan itu, aku rindu...
Tak seperti hujan tahun lalu...
Kali ini, aku menyambutnya dalam persembunyian
Tak lagi mampu menari...
Diam adalah pilihan
Dan mungkin dia paham
Hujan bulan ini, turun tanpa pertanda
Tak lagi perduli, ada atau tiada
Tanpa petir tanpa angin, bahkan awanpun hilang
Dia tetap turun dengan tenang
Membasahi segala tempat persembunyian
Bahkan relung hati yang terdalam
Lihatlah...
Langit tak lagi berubah warna saat dia ada
Langit tak lagi putih, kelabu apalagi biru
Tak lagi berwarna...menurutku
Ah sudahlah...mungkin dia sudah lupa
Warna langit yang sesungguhnya
Hujan itu, aku rindu...

No comments:

Post a Comment