Kadang aku sempat merenung didalam hati
Semua pemahaman itu telah aku mengerti
Setiap apa yang sudah dijelaskan
aku pun mengingatnya di dalam dada
Dan rasa percaya itu pun telah ada
Tapi, yang tak pernah aku pahami
Mengapa, masih saja
aku melakukan hal-hal yang tercela
Yang aku rasa kurang pantas,
bahkan melampaui batas
Seringkali aku meremehkan waktu,
membiarkannya saja berlalu
Bahkan saat menghamba,
seenak-enak hatiku saja
Lalu kemana semua pemahaman itu pergi
Kemana keyakinan itu hilang
Secepat itu semua ingatan tentangMu
tak lagi menetap dikalbu
Aku tak pernah habis pikir
Memikirkannya pun aku tak mampu
Apakah selama ini aku benar-benar mencintaiMu
Ataukah hanya berpura-pura cinta saja
Karena kerinduanku padaMu
tak pernah sampai kedada
Selama ini yang kupersembahkan,
mungkin hanyalah kepalsuan
Karena masih saja aku mendua,
Dan mencintai yang lainnya
Sedangkan yang aku tau...
Engkau mengasihiku dengan sempurna
Semua yang aku minta,
Kau kabulkan dengan segera
Walaupun bukan seperti yang kuingini
Tapi aku yakin, Engkau menggantinya
dengan sesuatu yang lebih berarti
Mungkin, ada rahasia yang masih kusimpan
Dan tidaklah mudah untuk dapat kuungkapkan
Batasnya tipis sekali, aku tak mampu membedakan
antara ketulusan atau berpura-pura tulus
Karena aku harus menyelam lebih dalam untuk mencari
Hanya untuk dapat mencapai kesadaran diri
Aku merasa bahwa bukan Engkaulah
yang selama ini menjadi tujuan
Tapi yang sebenarnya aku lakukan adalah
memanfaatkanMu untuk mencapai
apa yang menjadi keinginan
Rasa terima kasih hanya sebatas kata
Tak sampai membekas didada
Tak pernah kubawa saat aku menghadap
hanya sekedar kuucap, untuk kemudian lenyap
Bila ini melupakanMu tanpa sengaja, aku rasa bukan
Karena setiap pemahaman itu, aku mengaku tau
Tapi berpura-pura lupa padaMu,
itulah yang sebenarnya aku lakukan
Sudah ada niatan didalam hati
Untuk melupakanMu barang sehari
Untuk sekedar menuruti keinginan,
yang telah sesak memenuhi angan
Tapi karena rasa itu begitu nyaman
MelupakanMu dikemudian, bahkan terasa ringan
Tuhan...
mungkin memang aku tak punya malu
Menghadapkan wajahku
yang penuh kepalsuan kepadaMu
Sedangkan Engkau adalah
Sang maha tahu segala isi hati
Lalu bagaimana aku bisa bersembunyi
Tetapi tetap saja aku selalu beralasan,
Hanya untuk sekedar membela diri
Menutupi rasa maluku, karena harga diriku yang tinggi
Seandainya Engkau buka aibku dihadapan manusia
Dan Kau hukum aku seketika itu juga, aku bisa apa
Karena Engkaulah yang maha berkuasa
Tak seperti apa yang dikata para pujangga
Cinta bukan hanyalah sekedar kata-kata
Tapi cinta adalah pengorbanan
Dan cinta itupun bisa membuatmu buta
Buta untuk melihat keindahan yang lainnya
Tapi...kenapa semua itu tidak berlaku
Berlaku untuk cintaku padaMu
Tak ada yang namanya rindu yang menggebu-gebu
Atau rasa senang saat bertemu
Pengorbanankupun sebatas yang kutentukan
Apakah ini yang namanya cinta
Atau kah hanya berpura-pura cinta belaka
Selama ini Engkau tak pernah kuletakkan
Diurutan pertama dalam aku mengabdi
Mungkin itu yang selalu membuatku lupa diri
Ada cinta yang lain, yang lebih penting
Untuk hanya sekedar mengejar ingin
Antara cinta dan kepalsuan
Aku bahkan tak dapat membedakan
Kini aku telah memahaminya
Mengapa Engkau tak pernah menetap lama
Selalu menghilang saat aku menuruti keinginan
Karena aku tidak pernah menjadikanmu
yang nomer satu, dihatiku
Cinta kepadaMu hanyalah bualan,
ada yang lain yang ingin kukejar
Seakan-akan Engkaulah tujuan
Tapi sebenarnya bukan
Wahai diri....
Yang pertama harus kau temukan adalah
rasa cinta yang sejati
Karena kerinduan tercipta darinya
Yang akan menggerakkan hatimu
Untuk ingin selalu bertemu
Sehingga ada rasa senang
untuk setiap apa yang kau lakukan
Seberat apapun beban akan kau rasa ringan
Apa-apa yang membuatNya tak senang,
Takkan kau lakukan
Yang akan menjadi tujuan utama hidupmu adalah menyenangkanNya
Itulah cinta, carilah rasa itu didalam dada
Dan temukan kekuatannya yang luar biasa
No comments:
Post a Comment