Sunday, October 25, 2020

Antara Cinta dan Kepalsuan

Kadang aku sempat merenung didalam hati
Semua pemahaman itu telah aku mengerti
Setiap apa yang sudah dijelaskan 
aku pun mengingatnya di dalam dada
Dan rasa percaya itu pun telah ada

Tapi, yang tak pernah aku pahami
Mengapa, masih saja 
aku melakukan hal-hal yang tercela
Yang aku rasa kurang pantas, 
bahkan melampaui batas

Seringkali aku meremehkan waktu, 
membiarkannya saja berlalu
Bahkan saat menghamba, 
seenak-enak hatiku saja

Lalu kemana semua pemahaman itu pergi
Kemana keyakinan itu hilang
Secepat itu semua ingatan tentangMu 
tak lagi menetap dikalbu

Aku tak pernah habis pikir
Memikirkannya pun aku tak mampu
Apakah selama ini aku benar-benar mencintaiMu
Ataukah hanya berpura-pura cinta saja

Karena kerinduanku padaMu 
tak pernah sampai kedada
Selama ini yang kupersembahkan, 
mungkin hanyalah kepalsuan
Karena masih saja aku mendua, 
Dan mencintai yang lainnya

Sedangkan yang aku tau...
Engkau mengasihiku dengan sempurna
Semua yang aku minta, 
Kau kabulkan dengan segera
Walaupun bukan seperti yang kuingini
Tapi aku yakin, Engkau menggantinya 
dengan sesuatu yang lebih berarti

Mungkin, ada rahasia yang masih kusimpan
Dan tidaklah mudah untuk dapat kuungkapkan
Batasnya tipis sekali, aku tak mampu membedakan
antara ketulusan atau berpura-pura tulus
Karena aku harus menyelam lebih dalam untuk mencari
Hanya untuk dapat mencapai kesadaran diri

Aku merasa bahwa bukan Engkaulah
yang selama ini menjadi tujuan
Tapi yang sebenarnya aku lakukan adalah
memanfaatkanMu untuk mencapai 
apa yang menjadi keinginan

Rasa terima kasih hanya sebatas kata
Tak sampai membekas didada
Tak pernah kubawa saat aku menghadap
hanya sekedar kuucap, untuk kemudian lenyap

Bila ini melupakanMu tanpa sengaja, aku rasa bukan
Karena setiap pemahaman itu, aku mengaku tau
Tapi berpura-pura lupa padaMu, 
itulah yang sebenarnya aku lakukan

Sudah ada niatan didalam hati
Untuk melupakanMu barang sehari
Untuk sekedar menuruti keinginan, 
yang telah sesak memenuhi angan
Tapi karena rasa itu begitu nyaman
MelupakanMu dikemudian, bahkan terasa ringan

Tuhan...
mungkin memang aku tak punya malu
Menghadapkan wajahku 
yang penuh kepalsuan kepadaMu
Sedangkan Engkau adalah 
Sang maha tahu segala isi hati
Lalu bagaimana aku bisa bersembunyi

Tetapi tetap saja aku selalu beralasan, 
Hanya untuk sekedar membela diri
Menutupi rasa maluku, karena harga diriku yang tinggi
Seandainya Engkau buka aibku dihadapan manusia
Dan Kau hukum aku seketika itu juga, aku bisa apa
Karena Engkaulah yang maha berkuasa

Tak seperti apa yang dikata para pujangga
Cinta bukan hanyalah sekedar kata-kata
Tapi cinta adalah pengorbanan
Dan cinta itupun bisa membuatmu buta
Buta untuk melihat keindahan yang lainnya

Tapi...kenapa semua itu tidak berlaku
Berlaku untuk cintaku padaMu
Tak ada yang namanya rindu yang menggebu-gebu
Atau rasa senang saat bertemu
Pengorbanankupun sebatas yang kutentukan
Apakah ini yang namanya cinta
Atau kah hanya berpura-pura cinta belaka

Selama ini Engkau tak pernah kuletakkan 
Diurutan pertama dalam aku mengabdi
Mungkin itu yang selalu membuatku lupa diri
Ada cinta yang lain, yang lebih penting
Untuk hanya sekedar mengejar ingin
Antara cinta dan kepalsuan
Aku bahkan tak dapat membedakan

Kini aku telah memahaminya
Mengapa Engkau tak pernah menetap lama
Selalu menghilang saat aku menuruti keinginan
Karena aku tidak pernah menjadikanmu 
yang nomer satu, dihatiku

Cinta kepadaMu hanyalah bualan, 
ada yang lain yang ingin kukejar
Seakan-akan Engkaulah tujuan
Tapi sebenarnya bukan

Wahai diri....
Yang pertama harus kau temukan adalah
rasa cinta yang sejati
Karena kerinduan tercipta darinya
Yang akan menggerakkan hatimu
Untuk ingin selalu bertemu
Sehingga ada rasa senang 
untuk setiap apa yang kau lakukan
Seberat apapun beban akan kau rasa ringan
Apa-apa yang membuatNya tak senang, 
Takkan kau lakukan
Yang akan menjadi tujuan utama hidupmu adalah menyenangkanNya
Itulah cinta, carilah rasa itu didalam dada
Dan temukan kekuatannya yang luar biasa

No comments:

Post a Comment