Beginilah kita...
Yang sedang berjalan-jalan didunia
Tapi ingat, kembali ke tempat asal
Memang sudah keharusan...
Terserah, mau berapa lama engkau akan tinggal
Karena di setiap perjalanan, selalu ada tujuan
Bersenang-senanglah sebentar saja
Bila terlalu lama, aku takut engkau akan terlupa
Perjalanan saat ini begitu penting...
Tapi mengapa, mereka tak pernah mau berfikir
Atau mungkin mereka tidak ada niatan untuk kembali
Apakah begitu senangnya mereka didunia ini
Tanpa engkau sadar, waktu ini terus berjalan
Lalu, sampai kapan kita akan selalu menghiraukan
Yang selama ini kita lakukan hanya
belomba-lomba membangun istana dunia
Seakan tempat kembali itu, tidak pernah ada
Sesungguhnya inilah yang aku namakan kerugian
Lupa pada tujuan awal sebuah perjalanan
Demi waktu yang berjalan begitu cepat
Bila tidak sekarang kau ingat,
mungkin semua akan terlambat
Ingat akan tujuan hidup, adalah sebuah langkah awal
Yang pertama kau butuhkan adalah keimanan
Iman adalah keyakinan di dalam hati
Bahwa suatu saat kita pasti akan kembali
Karena itu, persiapkanlah bekal dan cindramata
Karena jalan menuju pulang menuntut banyak syarat
Bila tidak kau penuhi lalu apa yang akan engkau bawa
Sia-sialah sudah, Perjalananmu yang hanya sesaat
Syaratnya mudah sebenarnya...
Intinya, jangan punya niatan untuk menetap
Bila sudah cinta, meninggalkannya akan terasa berat
Ambillah secukupnya, yang sesuai kebutuhan
Karena setiap keinginan, takkan dapat terpuaskan
Saat kau pulang, setidaknya tinggalkanlah kenangan
Kenangan manis, untuk hati mereka yang teriris
Agar luka perjalanan ini tak begitu mereka rasa
Karena nasehat yang kau berikan
mungkin telah merasuk ke dalam dada
Saling nasehat-menasehati tentang kebenaran
Bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan
Disini, tak perlu kau bangun Istana
Toh...kau akan meninggalkannya juga
Beginilah kita...
Bersusah payah mengumpulkan harta benda
Tapi, bila tak tahu cara membelanjakannya,
Semua akan jadi percuma
Dan menumpuk-numpuk harta,
hanya akan menjadi sebuah kerugian yang nyata
Mengingat tempat kembali bisa menjadi pembatas
Untuk memisahkan mana kebutuhan
dan mana keinginan yang tanpa batas...
dan dalam perjalanan ini, sering kali kita terlupa
Mana yang bermanfaat dan mana yang sia-sia
Sampaikanlah bahwa yang kita butuhkan
hanyalah bersikap sabar
Karena dalam perjalananmu pulang,
akan kau temui banyak ujian
Didunia ini memang tempatnya,
tak usah kau tanya mengapa
Jalanilah saja, untuk waktu yang tak lama
No comments:
Post a Comment