Jangan meremehkan kebaikan walau sedikit
Bisa jadi kebaikan yang tak lagi kau ingat
Menjadi penyebab turunnya rahmat
Rahmat itu sama dengan belas kasih
Yang kau dapatkan dari caramu berterima kasih
Kemudahan dalam segala urusan
adalah salah satu balasan
Pertolongan yang tiada disangka-sangka
Tak perlu kau mengira-ngira kapan dia datang
Dan kebanyakan kita, tak akan pernah sadar
Bila yang selalu kita harapkan
Suatu balasan yang berwujud
Bukan hanya sekedar rasa
Padahal, hanya rasa yang bisa menetap di jiwa
Sedangkan wujud hanya akan menyenangkan
orang-orang yang melihatnya
Memang begitulah sifat manusia
Begitu inginnya mereka dipuja-puja
Dengan begitu mereka akan merasa sempurna
Dan keberadaannya didunia seakan lebih dihargai
Berharga didunia yang fana ini
Tapi bila mereka benar-benar mengetahui,
harga dunia yang sesungguhnya
Aku yakin, hati mereka akan berkecamuk
Karena sesungguhnya dunia ini
tidak lebih berharga dari sayap seekor nyamuk
Tapi menyesal, sudah tak ada guna
Bila sudah tidak ada lagi waktu yang tersisa
Jadi cepat-cepatlah berubah pikiran
Mengingat kita masih diberi kesempatan
Manfaatkanlah sebisanya, segala sumber daya
Sekarang bukan saatnya mengira-ngira
Berlarilah bila memang keyakinan itu sudah kau pegang
Atau kau akan tertingal jauh di belakang
Lihatlah manusia,
Bagaimana mereka memperlakukan sebuah jiwa
Mengotorinya tanpa pernah merasa
Dengan mudahnya mereka mengorbankan hati
Perbuatan yang bahkan tidak pernah mereka sadari
Berdampak pada jiwanya, jiwa-jiwa yang penuh luka
Selama ini, yang mereka perbaiki hanya jasadnya saja
Sedangkan yang tersimpan didalam,
Tidak pernah mereka perhatikan
Tak tahukah mereka,
bahwa didalam jasad manusia, ada segumpal daging
Bila ia baik, Maka baik pula seluruh jasad
Dan jika ia rusak, maka akan rusak pula seluruhnya
Segumpal daging itulah hati
Perlakukanlah dia dengan sangat hati-hati
Jangan kau masukkan setiap apa yang kau lihat
Kau dengar dan kau ucapkan
Bahkan dengan setiap perbuatanmu sehari-hari
Rawatlah dia, agar terjaga kesuciannya
Supaya jiwa itu tetap tenang
Tidak terpengaruh dengan setiap keinginan
Sampai nanti tiba waktunya berpulang
Jiwa-jiwa yang kotor
Begitulah kita, saat menginjakkan kaki didunia
Manusia tak akan pernah luput dari dosa
Oleh karenanya, jangan pernah merasa suci
Karena hanya Tuhanlah yang maha suci
Kita hanyalah jiwa-jiwa yang sedang mencari
Mencari jalan untuk membersihkan diri
Sehingga layak untuk dipandang olehNya
Tuhan pemilik segala kemuliaan
Oleh karena itu, jangan dengan mudah menyalah-nyalahkan
Salahkanlah dirimu sendiri
Yang sejak awal sudah tak perduli
Kau masukkan semua urusan dunia ke hatimu
tanpa sempat kau pilah-pilah terlebih dahulu
Antara baik dan buruk hampir tak ada beda
Atau mungkin karena hatimu sudah tak bisa merasa
Memang benar hati itu seluas samudra
Tapi bila yang satu masuk, yang lain akan keluar
Seakan hati itu, tidak mau diduakan
Selalu berprasangka baik adalah sebuah jawaban
Untuk sekedar meredam keragu-raguan dihatimu
Sehingga meringankan langkahmu untuk terus maju
Jangan mudah berprasangka buruk,
Karena itu hanya akan membuatmu terpuruk
Membuatmu terdiam lama,
Dan hanya membuang-buang waktu saja
Ketahuilah bahwa Tuhan itu sesuai prasangka hamba-hambanya
Maka dari itu, berprasangkalah yang baik-baik
Karena kebaikan pulalah yang akan engkau terima
Lihatlah selalu,
apa yang kau masukkan kedalam hatimu
Haus akan pujian manusia telah membuatmu lupa
Amal kebaikanmu itu kau persembahkan kepada siapa
selama ini semua yang telah engkau korbankan
Hanyalah sekedar menuruti keinginan
Supaya engkau dipandang mulia,
oleh manusia-manusia yang lainnya
Tanpa sadar engkau telah mengorbankan kesucian hati
Karena itu kau sudah tak lagi perduli
Semua amal yang telah kau lakukan
Tak ubahnya seperti fatamorgana
Dalam pandanganmu dia yang seakan-akan ada
Lenyap tak dianggap, bukankah itu suatu kerugian
sia-sialah sudah, apa yang selama ini telah engkau usahakan
Tidakkah kau mengerti, untuk apa jiwa itu tercipta
Sebuah Jiwa itu tercipta hanya untuk mengabdi
Mengabdi kepada Tuhan yang maha tinggi
No comments:
Post a Comment