Akan ku ceritakan padamu sebuah kisah
Tentang perjalanan seorang ahli ibadah
Ribuan tahun memuji Tuhannya tanpa mengenal lelah
Para malaikatpun berdecak kagum,
Lihatlah, begitu sempurnanya dia dalam menyembah
Kemudian Tuhan bersabda
Masukkanlah dia kedalam surga karena rahmatKu
Karena begitu setianya dia dalam menunggu
Masukilah dari pintu mana saja yang kau kehendaki
Begitulah balasan, kepada hamba-hambaKu yang berbakti
Dengan lembut diapun menjawab...
Wahai sang maha bijaksana, maaf hamba tidak bisa
Setidaknya masukkanlah aku,
karena amal yang kupunya
Tidakkah Engkau maha melihat hambaMu ini
Bagaimana siang malam aku telah mengabdi
Wahai hambaKu yang Kurahmati
Apakah keadilanKu yang kau ragukan
Sedangkan engkaupun menyembahku tanpa beban
Baiklah bila itu yang kau minta
Aku akan memasukkanmu kedalam neraka
Karena amalmu yang tak seberapa
Bila dibandingkan dengan rahmat yang Ku punya
Tuhan, apakah ini yang Engkau namakan keadilan
Begitu mudahnya Engkau dalam memutuskan
Sia-sialah apa yang telah ku usahakan selama ini
Setidaknya berikanlah alasan yang dapat kupahami
Agar bisa kubuat pegangan,
bila Kau berkenan memberi kesempatan
Wahai hambaKu, tidakkah kau merasakan belas kasihKu
Siang malam engkau memuji, kau kira Aku tidak tahu
Katakan dari mana semua kekuatan itu berasal
Sedangkan engkaupun Aku yang menciptakan
Aku berikan kesehatan dan rasa senang
Lalu, nikmatKu yang mana yang engkau dustakan
Kuhilangkan darimu rasa resah, gundah dan gelisah
Agar kau bisa dengan tenang beribadah
Kuturunkan hujan sebagai berkah
Kuciptakan makanan agar engkau menjadi kenyang
Katakan, nikmat mana lagi yang engkau dustakan
Apakah engkau benar-benar sudah memikirkan
Yang sebenarnya engkau miliki hanyalah hawa nafsu
Sedangkan semua yang ada padamu adalah milikKu
Rahmat yang Kuberikan memang sulit untuk kau lihat
Tapi bukan berarti tidak ada yang Aku perbuat
Kau kira dengan amalmu itu dapat memuliakan Aku
Aku ini sang maha mulia, apakah kau lupa sifat-sifat yang Ku punya
Begitulah awal kisah sang ahli ibadah
Dia menyesali apa yang telah terucap,
hingga Tuhan berkenan menerima taubat,
dan memasukkannya ke surga yang penuh nikmat
Disana dia bahkan menjadi panglima
Diantara para malaikat yang berhati mulia
Tapi, setitik kesombongan itu tetap melekat didada
Dan adalah Tuhan sang maha berencana
Dari kata Balasa yang artinya, dia yang menyesal
Iblis begitulah panggilan nama yang diberikan
Lalu Tuhan pun berkehendak
Dia berkeinginan mengangkat seorang kalifah di bumi
Ditawarkannya kepada lautan dan gunung-gunung tinggi
Tapi tidak ada dari mereka yang berani
Karena memikul amanah adalah sesuatu yang berat
Setidaknya begitu yang mereka yakini
Tuhanpun menciptakan sesuatu yang baru
Karena segala rahasia hanya Dia yang tahu
Dari saripati tanah, mahkluk ini berasal
Dari lumpur yang hina, begitulah dia tercipta
Lalu malaikatpun berkata,
Wahai Tuhan yang maha mulia
Tidak cukupkah kami yang selalu memuji-muji
Mengapa Engkau menciptakan Mahkluk yang akan membuat kerusakan dimuka bumi
Dan menumpahkan darah, ditempatMu yang suci
Tuhan berkata, Sesungguhnya Aku mengetahui,
apa yang tidak kamu ketahui
Kemudian jadilah dia seorang manusia,
dan Adam adalah sebutan yang disandangnya
Diajarkannya segala macam pengetahuan
Nama-nama yang tidak seorang mahklukpun paham
Rahasianya ada di hati, bila kau bertanya
Karena hanya disitulah Tuhan dapat bersemayam
Wahai semua mahkluk,
sujudlah kepada ciptaanKu yang mulia
Karena dialah yang telah Aku tunjuk
Laksanakan perintah, karena Aku telah bertitah
Dan Aku tak ingin seorangpun dari kalian yang membantah
Lalu Sujudlah para malaikat dan mahkluk seluruhnya
Karena titah sang Raja sudah selayaknya dituruti
Dengan begitu, engkau akan dianggap sebagai orang-orang yang berbakti
Tapi tidak dengan dia, yang penyesalannya hanya sebatas kata
Dia tidak mau sujud kepada seorang manusia
Mahkluk yang dia anggap lebih rendah dalam hal kedudukan
Dan sekarang engkau dapat melihat,
bagaimana setitik kesombongan itu dapat membinasakan
Wahai iblis, apa yang menghalangimu melaksanakan perintahKu
Berikanlah alasan, karena Aku hanya akan menghukum dengan keadilan
Wahai sang maha adil, aku tak pernah habis pikir
Kau ciptakan aku dari api yang suci
Dan Kau ciptakan dia dari tanah yang hina
Tapi mengapa Engkau masih tetap memilihnya
Apakah ibadahku selama ini tak pernah Engkau anggap
Sedangkan dia yang baru tercipta sudah Kau beri nikmat
Sesungguhnya setitik kesombongan didadamu itu yang telah membuatmu buta
Pemicu dari sifat iri dan dengki yang kini kau punya
Tidak tahukah engkau bahwa Aku ini sang maha suci
Mengapa kesombongan itu masih saja engkau bawa
Aku tidak lain hanya ingin menguji
Akankah engkau menyembahKu dengan setulus hati
Dan apakah engkau masih saja merasa,
Bahwa engkaulah yang lebih mulia dari mereka
Keluarlah engkau dari surgaKu ini
Karena syarat memasukinya, hanya dengan merendahkan diri
Kesombongan telah membuatmu lupa
Berapapun banyaknya amal yang kau lakukan
Tidak akan pernah Aku terima
Jika masih ada sedikit saja kesombongan itu bersemayam di dalam dada
Wahai Tuhan,
tangguhkanlah hidupku
sampai waktu yang Kau tentukan
Lihatlah bagaimana aku akan menyesatkan mereka
manusia-manusia yang Engkau telah muliakan
Akan kuhancurkan keyakinan mereka kepadaMu
Sebagaimana mereka telah memupuskan harapanku
Akan kubuat mereka lupa, kepada siapa mereka harusnya menghamba
Wahai iblis,
Sesungguhnya engkau termasuk mereka yang ditangguhkan
Tapi ingat, tak akan ada jalan kembali
Penghianatanmu kepadaKu tak dapat terampuni
Dan siksa neraka adalah tempatmu yang abadi
Tak akan lagi Ku terima tobat
Karena engkau sudah terlanjur berucap
Engkau hanya dapat menyesatkan
mereka-mereka yang tak dapat merasa
Oleh karena hati mereka yang buta
Karena sesungguhnya
Akulah Tuhan yang maha melihat hambaNya
Wahai manusia,
Belajarlah dari masa lalu
Begitulah kesombongan akan membinasakanmu
Ingat-ingatlah didalam hati
Bahwa hanya Tuhanlah yang maha suci
Kesombongan jangan kau pendam terlalu lama
Karena itu hanya akan membuatmu lupa
Kepada siapa engkau seharusnya menghamba
Ketahuilah Surga hanya untuk mereka
yang merendahkan diri dihadapan Tuhannya
Ingat-ingatlah bila kau benar-benar ingin memasukinya
Semoga kisah ini bisa engkau jadikan pelajaran
Sebagai bekal dalam perjalananmu pulang
Bersihkanlah hati, bersihkanlah hati
Karena disitu, ada rahasia yang tersimpan
No comments:
Post a Comment